Melihat Ruangan Tempat Ganjar Terima 'Curhatan' Warga Jateng

Melihat Ruangan Tempat Ganjar Terima 'Curhatan' Warga Jateng

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 16:11 WIB
Melihat Ruangan Tempat Ganjar Terima Curhatan Warga Jateng
Ganjar di ruang situation room (Foto:Angling/detikcom)
Semarang, - Tepat setahun sejak 23 Agustus 2013 lalu Gubernur Ganjar Pranowo dan wakilnya Heru Sudjatmoko memimpin Jawa Tengah. Selama kepemimpinannya, Ganjar membuka peluang lebar agar masyarakat bisa berkeluh-kesah atau melaporkan tentang kondisi Jateng dengan memanfaatkan teknologi dengan program hasil karya mahasiswa di Semarang.

"Curhat" masyarakat tentang kondisi atau pelayanan publik bisa langsung disampaikan lewat kanal Lapor Gub di website www.jatengprov.go.id. Dalam Lapor Gub, dapat juga terintegrasi dengan portal website seluruh instansi se-jawa tengah. Lalu bagaimana Ganjar bisa mengetahui hingga merespon laporan yang tidak sedikit itu?

Rahasianya ada di situation room atau ruangan seluas 8 meter x 8 meter yang berada di sebelah ruang kerja Gubernur Jateng. Di ruangan itu ada lima perangkat komputer dan tiga LCD besar untuk memperjelas tampilan di layar komputer. Di ruangan tersebut, empat pegawai yang bertugas sebagai admin menerima aspirasi yang sudah di tulis di Lapor Gub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dilakukan klarifikasi atas laporan warga tersebut, tim di situation room langsung berdiskusi dan memberi arahan kepada SKPD yang menjadi obyek aspirasi masyarakat. Proses itu maksimal dilakukan selama satu hari kerja.

Kemudian SKPD merespon laporan warga tersebut. Setelah itu SKPD memberikan jawaban yang nantinya diteruskan ke warga yang memberikan aspirasi melalui tim situation room. Maksimal respon tersebut adalah enam hari kerja dan bisa ditambah jika jawaban SKPD kurang detail.

Tidak sedikit laporan warga yang masuk melalui Lapor Gub yang sudah ditanggapi dan ditangani. Dari data bulan Mei hingga 21 Agustus 2014, setidaknya ada 569 laporan masyarakat yang masuk. Sebanyak 308 laporan diantaranya sudah terverifikasi, 308 dalam progres, 195 laporan selesai, 172 laporan belum dijawab, dan delapan laporan ditolak karena kurang jelas.

Ganjar Pranowo mengatakan, dengan cara seperti itu bisa lebih efektif karena peran masyarakat sebagai pengawas juga menjadi maksimal. Ia pun terbantu karena warga yang melapor juga menyertakan foto yang terkait dengan laporannya.

"Seperti waktu macet di Comal, ada yang mengirimkan beserta fotonya. Saya senang ini, jadi jelas," kata Ganjar saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (23/8/2014).

Dengan teknologi dan program yang digunakan oleh tim situation room, lokasi pelapor atau warga yang memberikan aspirasi bisa dilacak dengan mudah.

"Ini kerjasama dengan Udinus. Jadi bisa tahu lokasi pelapor, jadi jangan bohong (membuat laporan palsu)," tandasnya.

Selain lewat Lapor Gub, Ganjar juga merespon laporan lewat akun twitter pribadinya, @ganjarpranowo. Selain itu Ganjar juga mengimbau agar SKPD memiliki akun twitter agar bisa diakses dengan cepat. Saat ini beberapa SKPD sudah aktif menanggapi laporan masyarakat lewat jejaring sosial itu.

Tidak hanya mendengarkan laporan dan apresiasi masyarakat, Ganjar juga sudah menanggapinya dengan aksi. Ganjar juga menegaskan pemerintahannya tidak hanya wacana, bahkan ia menantang pihak-pihak yang mengatakan pemerintahannya sekedar wacana untuk berdiskusi bersama.

"Perbaikan infrastruktur itu weekly report pakai gambar-gambar jadi bukan hanya wacana. Kalau wacana itu ora nglakoni apa-apa," tegasnya.

(alg/slm)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads