Apakah koalisi tanpa syarat itu tetap dapat terwujud?
"Menurut saya kalau Jokowi konsisten dengan revolusi mental ini harus serius dibentuk dari kabinetnya tanpa syarat. Kalaupun ada konsensi untuk PPP dan Demokrat, harus konkret (dengan syarat tersebut)," ujar peneliti LIPI, Siti Zuchro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terang-terangan, Siti mengungkapkan sulit bila tidak ada imbalan dalam politik. Terlebih lagi bila sampai mendapat dukungan suara di parlemen dari partai-partai lain. Sehingga, presiden terpilih Jokowi harus dapay membuktikan kualitas dalam susunan kabinetnya kelak.
"Jadi proteksi-proteksi tadi bisa jadi rasional mengapa 2 partai ini bergabung dan muncul simbiosisnya kepada pimpinan partai ini. Menurut saya tidak ada dukungan tanpa reward, dalam politik tidak ada makan gratis. Pak Jokowi pasti ada koalisi dengan syarat, pasti ada," kata Siti.
"Harus ada reward di situ, kecuali pejabat tidak boleh memegang jabatan di partai. Menurut saya itu revolusi mindset. Ini mungkin ada cara baru dan profesional. Sebaliknya apa yang diargumentasi tadi satu kekuasaan harus diawasi oleh kekuasaan lain," lanjutnya.
Menurutnya, langkah koalisi Merah Putih berada di luar pemerintahan untuk mengawasi kebijakan pemerintah nanti cukup baik. Sebab, setiap kebijakan pemerintah perlu diawasi dengan baik.
"Kita harapkan memang mekanisme check and balance sungguh-sungguh efektif. Tidak ada jaminan yang mutlak besarnya koalisi dengan kinerja pemerintah itu, itu perlu dicatat oleh pemerintahan yang baru," tutup Siti.
(aws/asp)











































