Ketua PDIP: 1-3 Partai Koalisi Merah Putih Bergabung Oktober

Ketua PDIP: 1-3 Partai Koalisi Merah Putih Bergabung Oktober

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 13:14 WIB
Ketua PDIP: 1-3 Partai Koalisi Merah Putih Bergabung Oktober
Maruarar Sirait
Jakarta - Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menilai peta politik akan berubah usai pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014. Menurutnya, bisa jadi 1-3 partai dari koalisi merah putih akan menyeberang ke Jokowi-JK.

"Kita lihat nanti bulan Oktober pasti peta politik akan berubah. Setiap partai pasti akan evaluasi melihat bagaimana posisi ke depan," tutur pria yang akrab disapa Ara ini.

Hal ini dikemukakannya saat diskusi Polemik bertajuk 'Peta Politik Pasca Pilpres' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (23/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Politik sangat dinamis makanya jangan sampai ada statement yang terlalu berlebihan nanti malu sendiri. Saya berani mengatakan akan berubah karena ide yang sama dan saling menghargai," imbuh Ara.

Senada dengan Ara, peneliti LIPI Siti Zuchro juga memprediksi akan ada 1-3 partai yang nanti akan hengkang dari koalisi merah putih. Besar kemungkinan partai itu adalah PPP dan Demokrat.

"Saya tidak melihat jaminan bahwa koalisi itu akan netral dan solid. Oleh karena itu melihat komposisi yang kurang solid ini, saya melihat 1-3 partai bisa jadi akan merapat ke mas Ara," kata Siti.

"1 partai itu bisa jadi PPP karena sejak awal bergabung atau mendukung prabowo tidak utuh. Konflik mewarnai sebelum PPP bergabung ke merah putih. Sedangkan Demokrat sejak awal jadi pengamat Pilpres. Tidak jelas arahnya ke mana tapi kelihatan gerak-geriknya kecenderungan kelihatan menuju ke mas Ara. Saya melihat 2 partai itu akan hengkang," sambungnya.

Selain itu ada sinyal-sinyal juga dari PAN. Namun, menurut Siti terlalu berat bagi partai berlambang matahari itu untuk hengkang karena ada beban moral.

"Kalau PAN punya beban moral luar biasa karena cawapresnya berasal dari PAN. Jadi ada beban solidaritas yang dipertaruhkan. Memang kepengen, tapi tidak semayoritas dibanding PPP yang saya baca. Golkar menurut saya pasti tidak kalau ketuanya masih ARB," pungkas Siti.

(aws/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads