Setahun Memimpin Jateng, Ganjar Banyak Terima Laporan Jalan Rusak

Setahun Memimpin Jateng, Ganjar Banyak Terima Laporan Jalan Rusak

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 11:31 WIB
Setahun Memimpin Jateng, Ganjar Banyak Terima Laporan Jalan Rusak
Ganjar (Foto: Angling/detikcom)
Jakarta - Selama satu tahun memimpin Jateng, Ganjar Pranowo tidak jarang menanggapi langsung keluhan masyarakat. Melalui kanal "Lapor Gub" di website Pemprov Jateng dan akun twitter pribadinya, keluhan paling banyak yang diterimanya yakni infrastruktur.

Dari data bulan Mei hingga 21 Agustus 2014 saja, ada 180 laporan masyarakat soal infrastruktur dari total 569 laporan di semua sektor. Disusul soal pendidikan di Jawa Tengah yang berjumlah 62 laporan.

"Paling ditanyakan soal kepuasan publik lewat 'Lapor Gub'. Juaranya infrastruktur, pendidikan dan kepegawaian," kata Ganjar saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jl Pahlawan Semarang, Sabtu (23/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dilihat dari hits laporannya, lanjut Ganjar, masyarakat paling banyak mengeluhkan soal jalan rusak, buruknya pelayanan umum, dan pungutan liar.

"Ada juga masalah pelat nomor, ini padahal urusan pusat tapi juga dilaporkan. Kemudian penerimaan CPNS, penyakit masyarakat, dan sebagainya," kata Ganjar.

Ganjar dan wakilnya Heru Sudjatmoko memprioritaskan pembangunan infrastruktur dalam tiga tahun kepemimpinannya. Ganjar pun berharap agar pada 2015 anggaran infrastruktur menjadi Rp 2,1 triliun dari sebelumnya Rp 1,2 triliun. Untuk tahun ketiga yaitu 2016 diharapkan mencapai Rp 3 triliun.

"Maka saya canangkan tahun infrastruktur. Kita dapat cobaan kemarin dari Comal (jembatan ambles), itu impact-nya luar biasa. Itu jalan nasional, tapi berimbas ke jalan seperti di Siregol, Brebes yang menyempit dan kanan kirinya longsor," terang Ganjar.

"Dari kejadian itu saya minta seluruh jembatan di Jawa Tengah diaudit," imbuhnya.

Sementara itu mengenai laporan terkait jalan rusak, ada perbedaan persepsi antara masyarakat dan standar yang sudah ditetapkan. Standar teknik jalan rusak yakni jika kendaraan hanya bisa dilalui dengan kecepatan maksimal 20 km/jam. Sedangkan masyarakat melaporkan jalan rusak berdasarkan dari kondisi di lapangan dan apa yang dirasakan.

"Saya itu juga masyarakat, menurut saya kecepatan 30 sampai 40 kilometer per jam kalau jalannya gronjal (bergelombang) berarti rusak. Saya tidak gunakan persepsi teknis tapi sosiologis," tegasnya.

Pihaknya pun berharap ada standar kategori jalan rusak yang lebih sosiologis. Selain itu Ganjar juga berharap agar meningkatkan kualitas dalam pembangunan jalan antara lain dengan kualitas aspal.

"Kita harus berani tingkatkan kualitas. Kalau jalan mau dilewati kendaraan berat, ya jangan aspal itu-itu saja, tingkatkan," ucap pria asal Karanganyar itu.

Ganjar menjabat sebagai Gubernur Jateng sejak 23 Agustus 2013. Sebelumnya, dia merupakan anggota DPR dari FPDIP.

(alg/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads