Negara Peserta Puji Latihan Gabungan Operasi Perdamaian Dunia di Bogor

Negara Peserta Puji Latihan Gabungan Operasi Perdamaian Dunia di Bogor

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 04:27 WIB
Negara Peserta Puji Latihan Gabungan Operasi Perdamaian Dunia di Bogor
Jakarta - Latihan operasi perdamaian dunia kerjasama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan GPOI Amerika Serikat resmi ditutup. Latihan ini diikuti oleh 18 peserta dari berbagai negara.

Latihan STS (Senior Training Seminar) Global Peace Operations Initiative (GPOI) Capstone Garuda Canti Dharma 2014 ini dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 19-22 Agustus 2014. Latihan ini secara resmi ditutup oleh Fasilitator US Pasific Command, di Gedung Home of Peace Keeper Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul Bogor Jawa Barat, Jumat (22/8/2014).

Direktur Program STS USPACOM, Jenifer Pulliam atas nama pemerintah AS menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dan pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah pada latihan ini. β€œSaya memahami banyak pekerjaan tuan rumah pada acara seperti ini terutama ketika presiden RI SBY menghadiri acara yang menakjubkan”, ujar Pulliam seperti yang dikutip dari siaran pers Puspen TNI yang diterima detikcom, Jumat (22/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

18 peserta latihan ini perwakilan dari Vietnam, Bangladesh, Nepal, Mongolia, Jerman, Filipina, Malaysia, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Panglima TNI Jenderal Moeldoko meresmikan langsung latihan operasi perdamaian dunia ini pada Selasa (19/8) lalu. Moeldoko bahkan sempat menanam pohon simbol perdamaian di lokasi latihan itu.

"Latihan ini sangat mencerminkan apa misi penjaga perdamaian PBB, ini merupakan bagaimana menyatukan persepsi masyarakat internasional untuk mendukung tujuan perdamaian dan keamanan dunia," kata Pulliam.

Sebelum penutupan latihan, Fasilitator US Pacom Mayjen (Purn) Patrick Cammaert memberikan pengarahan kepada peserta. Di antaranya tentang pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke daerah-daerah konflik seperti di Sudan Selatan, Kongo, Darfur, Liberia, Codivia, dan Saint Republik Mali di mana menurutnya memerlukan pasukan yang terlatih dan inovasi serta harus menyesuaikan persyaratan kekuatan dan program pelatihan.

Dalam latihan ini peserta melaksanakan peninjauan di beberapa daerah latihan. Seperti di Tactical Operation Center, UN Designated Site Lane, Check Point dan berakhir di Werfare and Recreation Center untuk melihat secara dekat pelaksanaan latihan lapangan Field Training Event (FTE) dan Staff Training Event (STE).

(ear/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads