2 Polisi dan 1 PNS Diperiksa Terkait Ledakan Bahan Petasan Barang Bukti

2 Polisi dan 1 PNS Diperiksa Terkait Ledakan Bahan Petasan Barang Bukti

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 19:21 WIB
2 Polisi dan 1 PNS Diperiksa Terkait Ledakan Bahan Petasan Barang Bukti
Semarang - Terindikasi ada kesalahan prosedur dalam penyimpanan barang bukti sehingga bahan petasan di Mapolrestabes Semarang bisa meledak. 2 Penyidik dan satu PNS diperiksa Propam terkait ledakan tersebut.

Dua penyidik tersebut adalah Aiptu G dan Ipda S, sedangkan satu PNS Polrestabes Semarang yang diperiksa adalah TM. Ketiga orang itu diperiksa karena barang bukti berupa bahan petasan dalam pengawasan mereka.

"Dari kejadian itu kami memeriksa dua anggota kami dari reskrim dan PNS," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Djihartono mengakui ada kesalahan dalam penanganan barang bukti yang merupakan bahan peledak itu. Meski demikian sejak awal sudah dihimbau agar barang bukti tersebut dimusnahkan, bukan ditimbun.

"Tidak sesuai protap penanganan barang bukti. Perintah saya tidak ada penimbunan bahan berbahayan, saya perintahkan sebelumnya untukk dimusnahkan dengan dibakar berangsur di lapangan terbuka," tandsnya.

Akibat ledakan tersebut, sejumlah rumah warga rusak di bagian genting dan kaca karena tertimpa batu yang terpental. Polrestabes Semarang menyatakan akan bertanggung jawab.

"Ada beberapa rumah yang rusak akibat kejatuhan batu. Ada delapan rumah, kami akan tanggung jawab mengganti," kata Djihartono.

Diketahui 29 kilogram bahan petasan yang ditimbun di bagian belakang Mapolrestabes Semarang meledak sekitar pukul 07.20 saat apel pagi digelar. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan mobil mengalami kerusakan akibat batu-batu yang berterbangan.

29 Kilogram bahan petasan yang ditimbun di bagian belakang Mapolrestabes Semarang meledak sekitar pukul 07.20 saat apel pagi digelar, Kamis (21/8) kemarin. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah dan mobil mengalami kerusakan akibat batu-batu yang berterbangan.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads