"Kalau bisa menghidupkan konstitusi dan antikorupsi di jiwa dan raga, itu revolusi mental sesungguhnya," ujar BW di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014).
BW menilai ada kajian korupsi konstitusi yang sedang digodok karena ancamannya adalah merusak peradaban Indonesia. Tidak menutup kemungkinan dalam mengkaji hal itu KPK akan berduet dengan MK.
"MK punya jaringan, KPK punya jaringan. Misal MK punya dosen-dosen konstitusi dan KPK punya 2.000 dosen antikorupsi, kalau ketemu itu bisa expand," ujar BW.
KPK juga melirik mahasiswa-mahasiswa yang mengkaji konstitusi dan anti korupsi. Seperti program-program pencegahan korupsi yang sudah dijalankan oleh KPK selama ini, salah satunya pendidikan anti korupsi usia dini melalui cerita-cerita dongeng.
"Kalau KPK masuk membangun budaya anti korupsi berbasis keluarga. Kita juga punya game antikorupsi, di konstitusi ada?" ujar BW disusul tawa kecilnya.
(vid/asp)











































