"Acara akan berlangsung tanggal 9 September mendatang dan akan dipusatkan di stadion ini, tempat PON pertama digelar. Stadion ini tonggak awal sejarah olahraga kita. Kota Solo ini juga menjadi kawah candradimuka lahirnya pahlawan-pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa di dunia," ujar Menpora, Roy Suryo, saat meninjau persiapan dan renovasi di Stadion R Maladi, Solo, Jumat (22/8/2014) siang.
Acara tersebut, kata Roy, akan dihadiri oleh Wapres Boediono dan dilakukan teleconference dengan berbagai daerah di tanah air yang terhubung langsung dengan wapres. Selain itu juga akan dilakukan berbagai acara terkait dengan keolahragaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Stadion Sriwedari diubah menjadi Stadion R Maladi, pada masa pemerintahan Walikota Slamet Suryanto (2000-2005). Maladi adalah tokoh Solo yang menjabat sebagai Menpora ketiga RI. Selain sebagai tokoh olahraga, dia juga dikenal sebagai perintis berdirinya RRI dan seorang pencipta lagu kenamaan, terutama di cabang seni musik keroncong.
Roy mengatakan, pengembalian nama stadion tersebut bukan berarti tidak menghormati jasa Maladi di dunia olahraga. Namun berikutnya nama Maladi akan ditempatkan pada posisi yang lebih tepat dan lebih terhormat.
"Banyak jasa dan pengorbanan beliau di berbagai bidang untuk kemajuan negeri ini. Kita akan carikan yang lebih tepat dan terhormat. Lagi pula sebenarnya, pada saat pelaksanaan PON pertama dulu, Pak Maladi belum menjabat sebagai Menpora. Mungkin masih Pak Wikana atau Pak Supeno," paparnya.
Pengembalian nama tersebut mendapat sambutan gembira dari Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo. "Saya sangat mendukung. Itu keputusan yang sangat tepat. Kita dudukkan nama stadion ini pada posisi yang sebenarnya sesuai kesejarahannya. Orang juga jauh lebih mengenal Stadion Sriwedari," kata Rudy.
(mbr/try)











































