Adiguna Sutowo Juga Sempat Ditahan Dua Bulan Lalu?
Selasa, 04 Jan 2005 15:03 WIB
Jakarta - Polisi tampaknya memang sangat hati-hati dalam menangani kasus Adiguna Sutowo. Isu yang beredar, sebenarnya anak bungsu Ibnu Sutowo, mantan Dirut Pertamina, ini pernah juga berurusan dengan polisi. Bahkan, dua bulan lalu, kabarnya dia sempat ditahan. Isu ini merebak demikian cepatnya, setelah saat ini Adiguna Sutowo digiring ke tahanan Mapolda Metro Jaya, terkait kasus penembakan terhadap Yohanes Branchmans Haerudy Natong alias Rudy di Fluid Club Hotel Hilton pada Sabtu (1/1/2005) lalu. Dan tampaknya, inilah pertama kalinya, kasus yang menimpa Adiguna ini terendus di media massa. Isu yang beredar, dua bulan lalu Adiguna memang sempat keserempet masalah kriminal dan sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Saat itu, Adiguna diduga terkait penodongan terhadap teman anak rocker gaek Ahmad Albar. Namun, setelah ada perdamaian, Adiguna kemudian dibebaskan. Memang, namanya juga isu. Belum tentu benar, bisa salah, bisa benar. Siapa tahu memang, ada pihak-pihak yang tidak senang kepada Adiguna yang sengaja meniupkan isu itu demi kepentingan tertentu. Saat isu ini dikonfirmasi kepada Mabes Polri, tidak ada bantahan atau pembenaran dari pejabat Polri. Yang ada, hanya ucapan terima kasih. "Terima kasih atas informasi itu," kata Irjen Pol Paiman kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2005). Selebihnya, Paiman tidak merespons apa yang ditanyakan wartawan. Tidak gampang memang mengorek informasi kasus yang menimpa Adiguna ini kepada polisi. Akses informasi soal Adiguna dalam kasus penembakan di Hotel Hilton saja, pada awalnya sulit didapatkan dari aparat kepolisian. Setelah sebelumnya saling lempar, pejabat Polri baru memberikan keterangan sehari setelah kejadian. Padahal, ini termasuk kasus kriminal yang menakutkan. Komentar secara resmi malah datang dari Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) terlebih dulu. Presiden meminta agar Polri bersikap transparan atas penyidikan kasus penembakan itu. Tapi, Polri membantah pihaknya lambat memberikan keterangan soal penembakan itu dan membantah tidak transparan.
(asy/)











































