"Pengobatan kami (Polri) siap membantu mereka apabila diperlukan," kata Sutarman dalam jumpa pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014). Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Mendagri Gamawan Fawzi serta Kepala BIN Marciano Norman.
Dijelaskan Sutarman, massa pendukung Prabowo-Hatta yang terluka ada 46 orang akibat terkena tembakan gas air mata. Kebanyakan sudah pulang kembali setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutarman menegaskan polisi hanya menembakkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan ribuan pendukung Prabowo-Hatta. Tidak benar jika ada informasi polisi menembakkan peluru karet.
"Kalau dikatakan ada peluru karet, itu tidak ada. Saya pastikan itu tidak ada. Jadi baru gas air mata dan water cannon," kata Sutarman.
Djoko Suyanto menambahkan, dirinya adalah orang yang bertanggung jawab atas kericuhan antara ribuan massa pendukung Prabowo-Hatta dengan polisi di Bundaran Indosat kemarin. "Saya bertanggung jawab. Jadi nggak usah lari kemana-mana, nggak usah nyari orangnya. Saya ada di sini, di kantor saya di Medan Merdeka Barat Nomor 15, karena tanggung jawab itu diberikan oleh pemerintah kepada saya," tegas Djoko.
Saat disinggung apakah pemerintah akan membantu biaya perawatan rumah sakit massa pendukung Prabowo-Hatta, Djoko menyerahkannya ke Sutarman. "Tentang biaya, saya kira hanya 5-6 orang, Kapolri saja sudah bisa lah itu," ujarnya.
(bar/mok)











































