"Sungguh menyedihkan manakala uluran tangan SBY untuk membantu kemulusan proses transisi dinilai sebagai upaya merecoki presiden yang baru," jelas Amir dalam keterangannya, Jumat (22/8/2014).
"Sungguh tidak pada tempatnya penggunaan kata 'jangan merecoki presiden baru'. Patut diketahui bahwa uluran tangan SBY untuk membantu kemulusan proses transisi yang disampaikannya dalam pidato kenegaraan di DPR, adalah tulus tanpa pamrih dan tanpa syarat apapun," tambah Amir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uluran tangan tersebut semata-mata didorong oleh rasa tanggung jawab yang besar seorang pemimpin yang ingin melakukan yang terbaik agar penggantinya sukses diawal awal masa tugasnya. SBY ingin meletakkan satu tradisi baru yang akan berguna dalam perjalanan bangsa kedepan," tutupnya.
(rvk/ndr)










































