Pengungsi di Bandara Iskandar Muda Tinggal 210 orang
Selasa, 04 Jan 2005 13:26 WIB
Banda Aceh - Pengungsi yang bermukim di areal Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh terus berkurang jumlahnya. Jika pada hari pertama mencapai 1.500 orang, kini pada hari ke 10 tinggal 210 orang.""Semula pengungsi yang berada di sini mencapai 1.500 jiwa, tetapi berangsur-angsur berkurang setelah banyak yang bertemu dengan keluarganya dan sebagian lagi pindah ke tempat lain," kata Agus Sahputra, sukarelawan dari Universitas Syah Kuala, Banda Aceh saat ditemui detikcom di lokasi pengungsi, Selasa (4/1/2005).Posko ini dikelola oleh 4 orang mahasiswa. Agus mahasiswa FKIP Universitas Syah Kuala angkatan 99 menuturkan bahwa banyak pengungsi yang berada di bandara pindah ke kota-kota lain setelah diambil keluarganya.Meskipun dekat dengan posko bantuan makanan, Agus mengaku kesulitan mendapat bahan makanan . "Untuk mendapat bantuan makanan di sini susah. Kami harus terus-menerus minta ke pihak yang mendistribusikan bantuan. Kalau tidak maksa tidak dapat," katanya.Selain itu, para pengungsi di areal abndara tak mendapatkan tempat yang layak. "Bahkan kami sampai sekarang tak dapatkan tenda yang layak, hanya menggunakan tenda plastik saja. Sebagian lagi tidur di ruang tunggu luar bandara," kata Agus.Di sekitar areal bandara sampai saat ini masih ada belasan tenda plastik. Rencana kalau para pengungsi ini mendapatkan fasilitas tenda yang layak dan mampu menampung mereka, pengungsi akan pindah ke luar areal bandara. Kondisi di bandara kelihatan tidak terawat karena banyak pengungsi menjemur pekaian, tidur di ruang tunggu luar bandara dan lain-lain. Di luar bandara juga berdiri posko-posko milik sejumlah relawan dengan tenda yang layak.
(jon/)











































