6 Foto 'Mata-mata' Massa Prabowo vs Polisi dari Ketinggian

6 Foto 'Mata-mata' Massa Prabowo vs Polisi dari Ketinggian

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 10:42 WIB
6 Foto Mata-mata Massa Prabowo vs Polisi dari Ketinggian
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak seluruh gugatan terkait hasil Pilpres 2014 yang diajukan oleh Prabowo-Hatta, Kamis (21/8). Sebelum putusan berlangsung terjadi bentrokan antara massa Prabowo dengan polisi di Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Bentrokan ini terjadi lantaran massa Prabowo nekat menerobos barikade kawat berduri yang sudah di pasang polisi di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat. Polisi menembakkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan ribuan pendukung Prabowo.

Pembaca detikcom banyak yang mengirimkan foto-foto terkait insiden yang menyebabkan beberapa orang terluka ini. Semuanya diambil dari ketinggian. Berikut ini adalah 6 hasil jepratan pembaca yang dikirimkan ke pasangmata.com:

Polisi Pukul Mundur Massa Prabowo

Foto dramatis ini adalah hasil jepretan Ario Suharsono dari lantai 15 Gedung Bank Indonesia. Foto ini diambil sesaat setelah polisi menembakan gas air mata dan watter cannon untuk membubarkan massa Prabowo.

"Ini kondisi pasca massa Prabowo ditembak water cannon dan gas air mata," tulis Ario di pasangmata.com, Kamis (21/8/2014).

Terlihat motor-motor tergeletak di jalanan yang masih basah. Polisi bertameng besi berbaris di sepanjang Bundaran Patung Kuda yang terletak tak jauh dari Gedung Bank Indonesia. Mobil Lapis Baja polisi dan truk unimog yang dipakai demonstran juga terlihat berada di Patung Kuda.

Gas Air Mata di Patung Kuda

Tembakan gas air mata dari petugas membuat massa Prabowo kocar Kacir. Foto saat kepulan asap gas air mata memenuhi patung kuda sempat diambil Ario Suharsono dari lantai 15 Gedung Bank Indonesia.

Tampak pemandangan pendukung Prabowo berlarian menghindari kabut gas air mata. Selain gas air mata, polisi juga menembakkan meriam air. Akibat semburan air ini pendukung Prabowo ini berlarian ke arah Jl MH Thamrin.

Gas Air Mata Ditembakkan Petugas

Foto ini diambil Bent Detarius dari sekitar Bank Indonesia yang ada tak jauh dari Patung Kuda, Jakarta Pusat. Asap mengepul membuat masa mulai membubarkan diri. Asap ini juga terlihat masuk ke taman-taman yang ada di kawasan Bank Indonesia.

"Gas air mata ini juga tercium di sekitar Bank Indonesia," katanya.

Ribuan Pendukung Prabowo Menyemut di HI

Foto ini diambil Dani dari lantai 35 Gedung The Plaza di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat diambil, massa Prabowo baru berdatangan ke Bundaran HI. Massa berkerumun di sekitar Grand Indonesia, mereka menutupi hampir seluruh badan jalan di kawasan itu dengan spanduk-spanduk panjang mereka. Akibat demo ini kendaraan sulit melintas di kawasan tersebut.

Sayangnya, tidak ada polisi yang mengalihkan lalu lintas di sekitar Bundaran HI sehingga banyak yang terjebak macet. Sedangkan mereka yang belum kadung terjebak macet memilih berbelok ke Jl Latuharhari.

Jalan Imam Bonjol Dipenuhi Metromini

Jalan Imam Bonjol yang terletak di dekat Bundaran HI berubah menjadi lokasi parkir massa Prabowo. Belasan Metro Mini yang digunakan untuk mengangut massa Prabowo terparkir.

Metro Mini sewaan ini terparkir di jalan yang ada di samping Hotel Mandarin, memadati hampir seluruh badan jalan. "Penuh semua jalannya dengan bus ini," kata pembaca detikcom Septianarta, Kamis (21/8/2014).

Septianarta mengirimkan foto deretan Metro Mini ini ke pasangmata.com. Dia memfoto bus-bus ini dari lantai empat Gedung Deutsche Bank yang berada di depan bus-bus ini. "Saat ini demonstran sudah bergerak ke MK," katanya.

Barisan Polisi Bersiap Menghadapi Demonstran

Foto ini diambil Gabriel Yahya di sekitar Patung Kuda pada Kamis (21/8) pagi. Terlihat ada dua mobil lapis baja milik Polri sudah bersiaga di sekitar Patung Kuda. Selain itu juga ada satu mobil pengeras sura yang disiagakan petugas .

Polisi menjajarkan tameng besi dan juga rompi di Jalan Medan Merdeka Barat di dekat Patung Kuda. Ada puluhan tameng besi dan rompi yang dipajang.
Halaman 2 dari 7
(nal/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini