100 Bus Tingkat akan Didatangkan untuk Shuttle Gratis di Ruas Jalan ERP

100 Bus Tingkat akan Didatangkan untuk Shuttle Gratis di Ruas Jalan ERP

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 10:25 WIB
100 Bus Tingkat akan Didatangkan untuk Shuttle Gratis di Ruas Jalan ERP
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI akan menghadirkan 100 bus tingkat untuk pengguna kendaraan di Jakarta. Bus ini akan difungsikan sebagai shuttle bus gratis yang disesuaikan dengan penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di ruas jalan di Jakarta.

"Bus tingkat nanti akan jadi shuttle bus karena Pemprov DKI akan memberlakukan ERP, ini menyediakan sarana pengganti," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Antonius Nicholas Steve Kosasih pada detikcom di Hotel Mandarin Oriental, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, seperti ditulis Jumat (22/8/2014).

Ia menjelaskan jika pengoperasian bus tingkat gratis ini akan disesuaikan dengan pelaksanaan ruas jalan ERP di Jakarta. Keberadaan bus ini diperuntukkan untuk mengakomodir mereka yang berkegiatan di lokasi yang melewati ruas jalan ERP namun tak ingin membawa kendaraan pribadinya demi menghindari tarif ERP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka dapat memarkirkan kendaraannya di gedung-gedung yang menyediakan fasilitas park and ride, untuk selanjutnya menggunakan shuttle bus mengantarkan mereka atau ke tempat angkutan lanjutan yang hendak mereka gunakan.

PT Transportasi Jakarta dalam pelaksanaanya akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menentukan rute perjalanan mana saja yang akan dilayani bus tingkat ini.

"Rutenya pun akan dikembangkan sesuai kebutuhan ERP. Yang jelas akan ada di Gatot Subroto, Sudirman-Thamrin," ujarnya,

Bus ini akan berjalan di jalur biasa dengan kecepatan 30-40 km/jam. Bus ini, dikatakan Kosasih, hanya akan menempuh jarak pendek.

Saat ini sistem untuk pengoperasian bus ini masih sementara disiapkan. 100 Unit bus tingkat gratis adalah angka maksimum yang dapat diadakan dengan nilai sekitar Rp 400 miliar.

Sebelumnya dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), penambahan 100 bus tingkat itu baru bisa dilakukan jika sudah tersedia dalam sistem katalog elektronik.

“Tadinya hanya mau beli 50 unit. Tapi DPRD sudah mau kasih 100 bus tingkat untuk tahun ini. Tapi itu kalau e-catalogue mampu penuhi ya. Kita enggak mau tender pokoknya,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).

Pengadaan bus tersebut tidak dilakukan oleh Dinas Perhubungan lagi, tapi oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Pemprov akan memberikan dananya lewat mekanisme Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) ke BUMD tersebut.

“Jadi kita titipkan belinya di TransJakarta sehingga bisa lebih cepat. Nanti yang mengoperasikannya juga TransJakarta secara gratis dan akan ada tiap 10 menit,” ujar Ahok.

Saat ini DKI baru mempunyai 5 unit bus tingkat yang dioperasikan oleh Dinas Pariwisata. Jika bus baru tersebut telah datang, maka pengelolaannya akan dicabut dari Dinas Pariwisata dan disatukan di bawah TransJakarta. Bedanya dengan bus TransJakarta saat ini, bus tingkat tersebut nantinya akan beroperasi di jalur lambat. Calon penumpang naik dari halte bus biasa, bukan dari halte TransJakarta.

“Nanti akan ada di ruas-ruas penting seperti di Kuningan, Kota Tua, mungkin Gunung Sahari sampai Ancol dan Kemayoran. Jadi yang di pusat kita kasih supaya mendorong mobil-mobil yang jelek itu ke pinggir,” kata Ahok.

(nwk/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads