Kisah Menarik Pembangunan Tangga ke Puncak Pianemo Raja Ampat

Sail Raja Ampat

Kisah Menarik Pembangunan Tangga ke Puncak Pianemo Raja Ampat

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 06:44 WIB
Kisah Menarik Pembangunan Tangga ke Puncak Pianemo Raja Ampat
Raja Ampat - Wisatawan yang datang ke Raja Ampat terus dimanjakan. Salah satunya yang akan berkunjung ke puncak Bukit Pianemo. Saat ini sudah dibangun sebuah tangga dari tepi patai hingga puncak bukit. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan pembangunan tangga tersebut untuk memudahkan medan menuju puncak.

Selain itu agar pengunjung tidak merusak, menebang tanaman maupun batuan di Bukit Pianemo. "Tangga ini dibangun salah satu tujuannya agar masyarakat yang datang tidak merusak (lingkungan)," kata Agung di Puncak Bukit Pianemo, Rabu (20/8/2014).

Pembangunan tangga tersebut pun tak boleh menebang pohon, merusak batuan dan tanah di bukit tersebut. Bagaimana kisah pembuatan tangga itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang petugas keamanan saat pembangunan, Andri mengatakan pembuatan tangga tersebut membutuhkan waktu lebih dari tiga puluh hari. "Tujuh tukang yang mengerjakan," kata Andri saat berbincang dengan detikcom, di Bukit Pianemo, Raja Ampat Rabu (20/8/2014).

Tak mudah membuat tangga tersebut. Pembuatan tangga tersebut tak boleh menebang satu pun batang pohon, atau merusak batuan dan tanah di bukit tersebut.

"Jadi dicari medan yang tak harus menebang pohon, atau menggempur tanah," kisah Andri. Sehingga jangan heran saat naik menuju puncak bukit Pianemo ada batang pohon di tengah-tengah tangga.

Kayu yang digunakan untuk membuat tangga merupakan kayu besi. Semua kayu didatangkan dari luar Raja Ampat. Sulitnya medan juga menjadi kendala saat membawa papan-papan kayu ke atas bukit. Masalah lainnya adalah semua material yang digunakan, seperti paku, gergaji didatangan dari Waisai.

Semua peralatan itu diangkut menggunakan speed boat dengan biaya carter Rp 8 juta sekali angkut. "Kalau ada masalah, misalnya paku kurang, atau mesin gergaji mogok harus nunggu speed boat dari Waisai," kata Andri.

Kini tangga sudah jadi. Pengunjung yang ingin menikmati deretan pulau di Raja Ampat bisa lebih mudah menuju puncak bukit Pianemo.

Namun ingat, jangan merusak tanaman dan lingkungan di bukit Pianemo.

(erd/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads