"Sebagai pimpinan MPR, saya tidak dalam posisi menilai substansi keputusan MK seperti yang Anda tanyakan. Saya hanya bisa mengatakan bahwa dalam perspektif konstitusi keputusan MK tentang sengketa hasil pemilu itu final dan mengikat," ujar Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari dalam keterangannya, Jumat (22/8/2014).
"Saya rasa semua pihak harus menerima dan menghormati keputusan MK tersebut dengan legowo," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan dan kekalahan dalam politik dan hukum di dunia ini adalah nisbi belaka. Kemenangan politik bukanlah segala-galanya. Dan kekalahan dalam politik juga bukan kekalahan segalanya," sebutnya.
"Mengabdi kepada negara itu caranya banyak, tidak harus berkuasa dan menjadi penguasa. Pihak yang kalah mesti sabar dan menerima kenyataan tersebut meskipun terasa pahit," tegas Hajriyanto.
Hajriyanto mengimbau kedua pihak, dalam hal ini kubu Prabowo-Hatta dan kubu Jokowi-JK untuk tetap menjaga hubungan baik dan semangat persaudaraan.
"Sebaiknya kedua pihak baik yang menang maupun yang kalah bersedia untuk saling menyapa dalam semangat persaudaraan atau rekonsiliasi dan menenggang perasaan masing-masing," cetusnya.
"Jangan ada yang jumawa dengan kemenangan ini. Apalagi sikap jumawa yang mengolok-olok dan mencibir pihak yang kalah," tandas salah satu Ketua DPP Partai Golkar ini.
(nvc/rvk)











































