Tim Labfor Mabes Polri cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan barang bukti bahan petasan di Mapolrestabes Semarang. Sampel tanah dan barang-barang di lokasi dibawa untuk melakukan penyelidikan.
Lokasi ledakan berada di belakang tempat parkir water cannon. Saat ledakan terjadi, batu, tanah, dan kerikil yang menimbun 29 kilogram bahan petasan itu berterbangan hingga mengenai rumah warga dan mobil yang diparkir. Atap tempat parkir itupun melayang karena hantaman batu.
Kasatreskrim Polretabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan, tim Labfor mengambil sample untuk mengetahui apakah masih tersisa bahan peledak di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, barang bukti tersebut sudah direndam air dan ditimbun tanah. Namun tidak disangka bahan mesiu dan potasium itu kering dan masih meledak saat terkena panas.
"Sudah dikasih air dan dicampur tanah," tandasnya.
Terkait kesalahan prosedur penyimpanan barang bukti seperti yang diungkapkan Kapolrestabes Semarang, lanjut Wika, pihaknya menunggu hasil dari tim Labfor. "Tunggu dari labfor," ujarnya.
Diketahui peristiwa terjadi saat apel pagi tadi. Peserta apel pun bubar dan sejumlah warga yang mendengar ledakan keras berlarian. Akibat ledakan tersebut salah satu rumah warga gentengnya berlubang dan kaca rumahnya pecah tertimpa bongkahan batu. Mobil yang diparkir di lapangan Polrestabes Semarang juga terkena dampak hingga kaca bagian depan karena batu.
(alg/rvk)











































