Ada pengalaman menarik saat Agung bersama rombongan melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Waisai, menuju Pulau Pianemo. Rombongan yang berangkat menggunakan dua Speed Boat itu berangkat pukul 14.15 WIT.
Perjalanan yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam berjalanan itu memang mendebarkan. Deburan ombak dan arus begitu kencang, sehingga goncangan di Speed Boat begitu terasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung mengaku mengalami pengamalan tersendiri saat melakukan perjalan yang menantang tersebut. "Menarik-menarik," kata Agung saat berada di puncak bukit Pianemo, Rabu (20/8/2014).
"Ombak harus dilawan, tapi jangan sampai hanyut," kata Agung yang seolah menyindir gejolak yang kini terjadi di tubuh Partai Golongan Karya.
Maklum Agung saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Pekan lalu Dewan Pimpinan Pusat Golkar yang diketuai Aburizal Bakrie (Ical) sempat berencana memecat Agung dari posisi wakil ketua umum.
Namun rencana pemecatan Agung dibatalkan. Kini DPP Partai Golkar mengeluarkan pemecatan terhadap sejumlaha kader yang dianggap 'mbalelo'. Seperti Nusron Wahid, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Poempida Hidayatullah.
Agung berharap surat pemecatan terhadap kader muda Golkar itu bisa ditarik kembali. Pasalnya menurut Agung pemecatan tersebut memicu kegaduhan ditubuh Golkar.
"Masih ada waktu, kalau bisa saya minta surat pemecatan itu ditarik kembali," kata Agung.
Akibat pemecatan itu, Nusron yang juga peraih suara terbanyak untuk calon anggota legislatif dari Partai Golkar itu menggugat Ical. Tak tanggung-tanggung dia menggugat dengan nilai ganti rugi Rp 1 triliun.
Akankah Agung Laksono dan sejumlah kader muda bisa melawan riak-riak 'ombak' yang kini terjadi di tubuh Partai Golkar?.
Seperti kata Agung, "Ombak harus dilawan, tapi jangan sampai hanyut."
(erd/rvk)











































