Nazaruddin Mengaku Pernah Dikunjungi Anas di Mako Brimob

Sidang Anas

Nazaruddin Mengaku Pernah Dikunjungi Anas di Mako Brimob

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 02:21 WIB
Nazaruddin Mengaku Pernah Dikunjungi Anas di Mako Brimob
Jakarta - M Nazaruddin mengaku pernah dikunjungi Anas Urbaningrum saat Nazar ditahan di Rutan Mako Brimob, Depok. Anas menyinggung soal perkara yang membelit Nazaruddin.

"Pernah sekali mengunjungi ke Mako (Brimob)," ujar Nazar saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Kamis (21/8/2014) malam.

Nazar menyebut Anas hanya sekali datang menengoknya di tahanan. "Katanya jangan dibuka lebih besar lagi," sambungnya.

Anas yang berada di sisi kanan, duduk di meja tim penasihat hukum hanya tersenyum mendengar keterangan Nazar.

Dalam persidangan Nazar memang langsung 'menyerang' Anas di awal kesaksiannya. Nazar menyebut Anas ikut mendirikan Grup Permai sebagai kantong bisnis persiapan menjadi calon presiden.

"Mas Anas sama saya waktu itu Mas Anas buka perusahaan, bersama-sama. Membuka perusahaan ini mengumpulkan dana-dana fee untuk menyiapkan Anas menjadi calon presiden. Cuma untuk jadi calon presiden itu harus jadi jadi ketum dulu," ujar Nazar.

Persiapan politik Anas sebut Nazar dilakukan sejak tahun 2005. "Awal dari 2005 ada Paiman, ada Mirwan Amir, saya dan Mas Anas datangi Pak Hadi Utomo sebelum kongres di Bali, datangi caketum lain. Runut ceritnya dan saya bisa dikonfrontir sama orangnya," sebut Nazar.

Anas menganggap keterangan Nazar hanya hiburan. "Begini sebetulnya apa yang disampaikan Mr Luky (Nazar) tadi itu sudah terbantahkan oleh saksi-saksi sebelumnya. Jadi yang diomongin yang dibicarakan, tadi yang disampaikan (Nazar) itu sudah terbantahkan oleh saksi-saksi sebelumnya," kata Anas kepada wartawan.

Saat Nazar bersaksi, Anas memang terlihat santai. Dia hanya tersenyum ketika Nazar dengan intonasi keras terus menyerangnya. "Jadi buat saya pribadi, itu saya anggap hiburan. Makanya saya senyum-senyum terus, betul betul terhibur," sambungnya.

Keterangan saksi yang membantah Nazar di antaranya disampaikan bekas Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang dan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis. Keduanya menyebut otoritas soal keuangan perusahaan bukan di tangan Anas.

"Pak Nazar dan Bu Neneng," kata Rosa di persidangan 18 Agustus 2014.

Wewenang Nazar dan Neneng dalam pengeluaran duit kas Grup Permai juga diamini Yulianis dan karyawan lainnya Oktarina Furi. "Pak Nazar dan Bu Neneng," sebut Oktarina yang juga bertugas mengurusi keuangan di Grup Permai.

Sedangkan pada persidangan 14 Agustus 2014, Yulianis membantah dirinya menjadi kantong bisnis Anas. "Saya keberatan sama JPU yang saya dibilang kantong Anas, karena saya mengelola kantong-kantong Pak Nazar," ujar Yulianis yang juga diamini Rosa.

Sementara soal peran Anas di Grup Permai, Rosa dalam kesaksiannya 14 Agustus menyebut Anas tidak pernah terlibat mengurus proyek.

"Nggak ada," jawab Rosa saat ditanya hakim ketua Haswandi.

Selama Rosa bertugas, dirinya berkoordinasi dengan Angelina Sondakh dan Nazaruddin. "Karena saya selalu dengan Bu Angie dengan Pak Nazar," sambungnya.



(fdn/rvk)


Berita Terkait