Gugatan Prabowo Ditolak MK, Nusron Wahid Cs Sujud Syukur di DPP Golkar

MK Tolak Gugatan Prabowo-Hatta

Gugatan Prabowo Ditolak MK, Nusron Wahid Cs Sujud Syukur di DPP Golkar

- detikNews
Kamis, 21 Agu 2014 21:39 WIB
Gugatan Prabowo Ditolak MK, Nusron Wahid Cs Sujud Syukur di DPP Golkar
Jakarta -

Tiga kader Partai Golkar yang dipecat dari partainya yakni Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pihak pemohon Prabowo-Hatta dalam sengketa Pilpres 2014. Mereka bertiga juga sempat sujud syukur karena putusan MK ini.

"Kami awali pernyataan kami ini dengan mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan Jusuf Kalla yang pada hari ini melalui ketetapan dan putusan MK sudah resmi menjadi presiden dan wakil presiden RI. Presiden kita semua, jadi kami mengucapkan selamat," ujar Agus Gumiwang di Media Lounge di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (21/8/2014).

Dia menekankan agar pasangan nomor urut satu Prabowo-Hatta bisa legowo dan bisa menerima putusan MK. Putusan final ini bersifat final dan harus dihormati. Justru, saat ini yang diperlukan adalah mengajak rakyat untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kawal apa yang baik, kemudian yang perlu kita kritisi, kita kritisi. Ini untuk bentuk bangsa negara. Ini juga yang terpenting. Kami mengajak seluruh kader partai yang ada di Indonesia, provinsi Aceh, kita sama-sama mendukung, menetapkan Jokowi-JK," sebutnya.

Adapun Nusron Wahid menganggap putusan MK adalah hadiah terbesar untuk rakyat Indonesia dalam proses demokrasi. Dia meyakini jika Jokowi-JK bakal membawa Indonesia menjadi negara muslim terbesar dengan sistem demokrasi terbesar.

"Alhamdulillah, Jokowi-JK akhirnya terpilih dengan sistem yang panjang. Jadi, kalau Golkar konsisten untuk rakyat Indonesia, maka perlu mendukung pemerintahan Jokowi-JK," sebutnya.

Seperti diberitakan, MK akhirnya memutuskan menolak semua dalil pihak pemohon Prabowo-Hatta dalam sengketa Pilpres 2014. Sejumlah dalil seperti Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb), persoalan pembukaan kotak suara, hingga dugaan mobilisasi massa ditolak hakim MK.

Sementara, Nusron Wahid cs dipecat sebagai kader Golkar karena memilih pasangan nomor urut dua Jokowi-Jusuf Kalla.

(hat/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads