"Saya mengapresiasi animo masyarakat. Artinya apa? Bahwa masyarakat betul-betul juga cerdas dalam melakukan (pengusulan nama calon menteri) itu," ujar anggota Tim Pakar Aqua Dwipayana usai rapat pembahasan di kantor detikcom, Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2014).
Pakar komunikasi sekaligus motivator ini menyatakan bahwa proses penyaringan berlangsung demokratis atas musyawarah mufakat. Ada tiga kriteria yang menjadi landasan dalam melakukan penyaringan nama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pakar ekonomi Fauzi Ichsan mengakui cukup sulit mengeliminasi nama-nama kompeten. Menurut dia ada banyak figur kompeten namun tak masuk ke dalam batasan umur, yakni yang di atas 65 tahun.
"Banyak nama-nama yang qualified tetapi karena usianya di atas 65 tahun sehingga harus dieliminasi. Tapi secara keseluruhan proses ini sangat menarik," kata Direktur Standard Chartered Bank ini.
Dari nama-nama yang diseleksi ada pula yang mengusulkan tim pakar untuk menjadi calon menteri. Usulan itu langsung ditolak oleh tim pakar karena alasan profesionalitas.
Salah satu anggota Tim Pakar Onno W Purbo kemudian langsung memberikan keterangan lewat akun twitter @onnowpurbo bahwa dirinya menolak diusulkan di program ini. Kontan saja para pengikut akun itu kecewa.
"Saya berterima kasih kepada orang-orang yang percaya sama Onno. Tapi di sini kan saya Tim Pakar, jadi gak boleh dong meloloskan diri sendiri. Saya harap para pendukung kami bisa memaklumi," tutur pakar IT itu.
(bpn/mad)











































