Tono, Pedagang Kopi Keliling yang Mendapat Rezeki Demo

Tono, Pedagang Kopi Keliling yang Mendapat Rezeki Demo

- detikNews
Kamis, 21 Agu 2014 18:33 WIB
Jakarta -

Tono sebenarnya tak mengerti banyak soal politik. Ia hanya tahu berdagang kopi keliling dengan jalan kaki. Namun hari ini, seseorang mengajaknya untuk menjadi peserta demo.

"Ya saya diajak Rabu (20/8) kemarin. Saya nggak kenal orangnya," ujar Tono yang ditemui wartawan di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014).

Tono menceritakan, orang yang tidak ia kenal itu, juga sesama pedagang kopi keliling‎. Tono dijanjikan upah Rp 50 ribu untuk ikut demo. Tono menyanggupi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namanya orang kecil kan. Banyak itu anak jalanan dan pedagang di Senayan yang ikut. Mereka juga disuruh cari 1.000 orang lagi kalau mau dapat tambahan," ujar pria berusia 53 tahun itu.

Tono akhirnya bergabung dengan massa Prabowo-Hatta di Bundaran HI pagi tadi. Usianya yang sudah tidak muda membuat dirinya memilih untuk baris di paling belakang.

"Ikut saya sampai Bundaran Patung Kuda ini. Terus dikasih makan siang sama uangnya. Saya langsung pulang," ujar Tono.

Tono meninggalkan lokasi pada pukul 13.00 WIB. Ia pulang untuk bersiap berdagang kopi keliling di Jl Medan Merdeka Barat. Banyak polisi dan wartawan yang memesan kopinya.

‎"Saya balik lagi ternyata sudah rusuh. Mata saya sampai sakit kena bekas gas itu. Saya pulang karena sorenya memang saya mau dagang saja. Lebih enak dagang," ujar Tono.

Walau upah menjadi peserta aksi itu tidak seberapa, bagi Tono Rp 50 ribu artinya ada ayam goreng untuk keluarganya. Hal itu sudah cukup, dan ia bersyukur dirinya tak berada di tengah massa ketika polisi menembakan gas air mata.

"Banyak itu pedagang yang ikut tadi. Waktu itu tanggal 19 Agustus saya juga ikut, tapi dibayar Rp 30 ribu doang. Dipotong katanya sama koordinatornya," tutup Tono yang kembali menjajakan dagangannya.

(vid/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads