Saat polisi memukul mundur massa sekitar pukul 14.30 WIB, para pendukung Prabowo tersebut berhamburan tidak karuan. Sejumlah simpatisan tak sengaja menabrak motor-motor yang berjejer parkir di lokasi tersebut, beberapa di antaranya terjatuh.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.15 WIB, Kamis (21/8/2014), salah satu yang rusak adalah lampu belakang sebuah motor matic. Tidak diketahui siapa pemilik motor Yamaha Mio tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman kami ada yang terluka ini. Polisi nggak hanya pakai gas air mata. Ini saya temukan ada peluru karet," ujar salah satu simpatisan Prabowo di Bundaran Patung Kuda Indosat, Jakpus, sambil mengeluarkan beberapa peluru karet di dalam plastik dari tasnya.
Pendukung Prabowo tersebut tak bersedia meminjamkan peluru karet itu saat simpatisan lainnya ingin memegangnya. Ia justru meminta agar sesama pendemo tersebut mencari peluru-peluru karet sendiri di lokasi itu dan bersedia membayarnya.
"Jangan Mas, cari aja, banyak di pinggir jalan. Ini bukti. Buat temen-temen yang bisa nemuin peluru karet, saya bayarin pelurunya," ujar simpatisan itu.
Sejumlah peluru karet memang terlihat di pinggir-pinggir jalan Bundaran Patung Kuda. detikcom berhasil menemukan 3 peluru karet. Meski begitu penggunaan peluru karet oleh pihak kepolisian diizinkan untuk menghadapi massa yang bertindak anarkis.
"Kalau dengan cara kekerasan, maka Polri sudah punya protap sampai ke step 6. Kami akan gunakan apabila melakukan tindakan-tindakan anarkis. Tetapi saya berharap tidak ada anarkis itu dan saya berharap juga tidak sampai ke anarkis. Step 6, penggunaan senjata dengan peluru karet," kata Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/8/2014) lalu.
(ear/nrl)











































