Pantauan di lokasi, Kamis (21/8/2014) pukul 16.43 WIB ratusan orang berkerumun di dekat bundaran Indosat. Jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan siang tadi yang mencapai ribuan orang.
Ada 3 orang orator yang berorasi di atas mobil bak terbuka warna hitam yang terparkir persis di depan pagar duri di depan Bundaran Indosat. Mereka memprotes polisi yang dinilai bertindak berlebihan saat membubarkan massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini Panglima Soedirman pasti menangis di kuburnya. Telah terjadi penembakan oleh polisi yang begitu masif. Artinya, ini harus ada yang bertanggung jawab. Kapolri sebagai panglima tertinggi harus bertanggung jawab," teriak orator lainnya yang memegang pengeras suara.
Kata para orator itu, semestinya polisi cukup memberi peringatan dengan gas air mata dan water cannon. "Tetapi ini polisi kenapa ada tembakan senjata," katanya.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo yang berada di depan pagar duri tampak tetap tenang. Ia hanya mengimbau agar tidak ada provokasi dan agar massa tidak bertindak anarkis.
Setelah dipukul mundur oleh polisi dengan gas air mata dan water cannon siang tadi, konsentrasi ribuan massa pendukung Prabowo-Hatta memang terpecah. Ada yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan, dan ada yang sepanjang jalan menuju Bundaran HI.
(bar/slm)











































