Air tersebut mengalir melalui selang yang menjulur dari kamar mandi gedung pelayanan SKCK yang berjarak hanya 10 meter dari lokasi ledakan. Sebelumny, tim Labfor Mabespolri cabang Semarang mengambil sample tanah yang ada di sana. Kemudian tim gegana brimob Polda Jateng juga terlihat memantau lokasi.
"Ini diberi air selama 24 jam," kata salah satu petugas Gegana, Kamis (21/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan ada kesalahan prosedur dalam penyimpanan barang bukti berupa petasan itu. Pihaknya akan menyelidiki siapa yang memutuskan menimbun petasan tersebut di belakang tempat parkir water cannon itu karena ia sudah memerintahkan agar penanganan barang bukti tersebut dikoordinasikan dengan tim Gegana untuk dimusnahkan.
"Perintah saya dimusnahkan. Saya akan cari tahu siapa yang mengurus keputusan menimbun di sini," tandasnya
(alg/try)










































