Diusulkan Pembaca Jadi Calon Menteri, Tim Pakar Seleksi Menteri Menolak

Seleksi Menteri detikcom

Diusulkan Pembaca Jadi Calon Menteri, Tim Pakar Seleksi Menteri Menolak

- detikNews
Kamis, 21 Agu 2014 14:32 WIB
Diusulkan Pembaca Jadi Calon Menteri, Tim Pakar Seleksi Menteri Menolak
Jakarta -
Terhitung hingga Rabu (20/8) pukul 24.00 WIB masukan dari pembaca mengenai calon menteri ke redaksi detikcom ditutup. Partisipasi pembaca sangat besar dalam program ini dengan memasukan tokoh-tokoh ternama hingga tokoh potensial yang belum terpublikasi.
Namun diantara ribuan masukan dari pembaca, ternyata Tim Pakar Program Seleksi Menteri detikcom pun diusulkan masyarakat. Ketua Tim Pakar Chandra M Hamzah pun menyatakan ketidakbersediaan timnya diajukan menjadi calon menteri.

"Kami ini kan independen dan tidak ada kepentingan sama sekali menjadi tim pakar di sini. Kedua, kita juga mempertimbangkan persepsi pembaca," ujar Chandra di ruang rapat redaksi detikcom, Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2014).

Senada dengan Chandra, anggota tim pakar Aqua Dwipayana pun menyatakan sejak awal tak berminat jika namanya diusulkan menjadi calon menteri. Dia berharap pembaca yang telah mengusulkan tidak bersedia.

"Saya dari awal tidak berharap menjadi calon menteri. Tapi kita apresiasi masyarakat yang telah menentukan pilihan," imbuh Aqua.

Ada pun tim pakar program seleksi menteri terdiri dari lima orang yang dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Chandra M Hamzah (mantan Ketua KPK), Onno W Purbo (pakar IT), Aqua Dwipayana (pakar komunikasi dan motivator), Fauzy Ikhsan (pakar ekonomi), dan Refly Harun (pakar hukum tata negara).

Pada hari ini Tim Pakar dan Tim Kelompok Kerja melakukan penyaringan dan pemetaan terhadap usulan pembaca yang telah masuk. Pembahasan yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB telah meloloskan 88 nama.

(bpn/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads