Beberapa perusahaan dan sekolah di sekitar kawasan Monas mempercepat jam pulang karyawan dan siswanya. Adanya konsentrasi massa pendukung Prabowo-Hatta dan pengamanan ekstra membuat banyak pihak tidak mau mengambil risiko. Namun hal ini rupanya tidak berlaku bagi pegawai di kalangan pemprov DKI.
“Hari ini enggak ada instruksi (libur atau pulang cepat), pengumumannya ya masuk biasa. Aparat pemerintah, PNS dalam keadaan apapun, genting mau tidak genting, kalau memang jadwal masuk, ya ngantor,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, I Made Yoga saat dihubungi detikcom, Kamis (21/8/2014).
Menurut Made, menegaskan dalam kondisi apapun PNS di lingkungan pemprov wajib masuk. Hal itu sudah jadi prinsip dasar bagai para pegawai, yakni harus rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau itu saya dengar dari radio, imbauan agar PNS naik angkutan umum, karena beberapa ruas jalan ditutup, jadi untuk hindari kemacetan. Enggak ada kaitannya dengan huru hara atau apa. Ini semata karena aksesibilitas dan sirkulasi kendaraan, jadi ada yang ruas-ruas yang ditutup,” tegasnya.
Sebelumnya, adanya ribuan domonstran di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat sekolah dan perkantoran di sekitar Monas memulangkan karyawan dan siswanya lebih awal. Mereka khawatir terhadap keamanan anak didik, sebab banyak yang rumahnya jauh dari sekolah.
“Dipulangin jam 12.00 WIB. Seharusnya pulang jam 15.00 WIB,” ujar Dila, siswa SMA 4 yang sekolahnya berada di seberang Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014), kepada detikcom. “Takut rusuh. Kasihan pada jauh rumahnya,” sambungnya.
Furqon, pegawai kantoran di sekitar Jl Juanda menyebutkan, pihak kantor meminta karyawannya pulang usai jam istirahat. “Sekitar jam 12.30 WIB, habis makan siang pada bubar semua,” tuturnya.
Dia mengaku juga melihat banyak karyawan lain yang juga pulang lebih awal, termasuk pegawai beberapa kementerian. “Kantor kementerian agama, karyawannya sudah pada bubar juga. Suasana di jalan Lapangan Banteng kayak orang pulang kantor,” katanya.
(ros/rmd)











































