"Kita tidak mau berbenturan dengan petugas. Jika berkenan hanya tiga gedung sebelum gedung MK. Di depan Museum Gajah seperti kemarin. Tapi kalau tidak boleh, tidak apa," ujar salah satu pendukung Prabowo bernama Rosyid saat berdialog dengan 3 polisi.
Negosiasi itu dilakukan di sisi barat daya Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014). Tiga orang pendukung Prabowo itu diantar oleh Kapolres Jakarta Pusat Kombespol Hendro Pandowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negosiasi itu berjalan singkat dan kondusif. Setelah negosiasi selesai, ketiga pendukung Prabowo itu kembali ke arah kerumunan massa dengan diantar lagi oleh Kapolres Jakpus.
Rosyid masih sempat meminta kembali kepada Kapolres Jakpus untuk bisa masuk lebih jauh. "Kita ingin damai, kalau mereka rusuh saya yang pasang badan," pinta Rosyid kepada Hendro
Diwawancara terpisah, Hendro menjelaskan keinginan pendukung Prabowo untuk membawa massanya masuk lebih dekat dengan gedung MK. "Nggak boleh," kata Hendro.
Setelah negosiasi tak membuahkan izin untuk para pendukung Prabowo bergerak, orator kembali beraksi di atas mobil komando. Orator menyampaikan kabar tentang keputusan DKPP yang sedang dibacakan.
"Saya baru dari DKPP, keputusannya tidak ada anggota KPUD DKI yang dipecat!" serunya.
(sip/try)











































