Usai ditenangkan, salah satu orator mengklaim aksi massanya adalah aksi damai. Ia juga menyatakan adanya oknum di tengah massa yang ingin menghasut mereka.
"Kami aksi damai. Ada unsur-unsur yang mau menghasut kami," kata orator itu melalui pengeras suara di bundaran Indosat, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tunggu putusan sidang pukul 14.00 WIB. Biarkan hakim yang memutuskan. Mari kita damai," ujar orator berbaju putih dengan garuda merah di dada kirinya.
Setelah itu, sang kapolres meminta massa mundur beberapa meter dari pagar kawat berduri. Orator itu pun mengiyakan, namun ketika ia membalikkan badan menuju salah satu truk, belasan orang di atas truk menolak mundur.
"Jangan ada yang mundur!" teriak orang-orang di atas truk.
Kapolres pun tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Ia tetap berada di depan massa yang hanya dipisahkan dengan kawat berduri. Massa sendiri terus berdatangan di bundaran Indosat.
(vid/rmd)











































