Asap tebal pun membumbung tinggi dari balik tembok rendah tempat parkir mobil water cannon sekitar pukul 07.00. Suara ledakan terdengar cukup keras hingga warga berkumpul di luar pagar Mapolrestabes Semarang. Dari informasi yang dihimpun, berat petasan sekitar 30 kilogram.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono beserta jajarannya langsung memantau lokasi ledakan. Tidak ada kerusakan di mobil water cannon namun atap seng tempat parkir terbuka dan sempat terpental saat kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah sekitar satu bulan lalu. Saya belum cek beratnya berapa," kata Djihartono kepada detikcom, Kamis (21/8/2014).
Pihaknya akan menyelidiki siapa yang memutuskan menimbun petasan tersebut di belakang tempat parkir water cannon itu karena ia sudah memerintahkan agar penanganan barang bukti tersebut dikoordinasikan dengan tim Gegana untuk dimusnahkan.
"Perintah saya dimusnahkan. Saya akan cari tahu siapa yang mengurus keputusan menimbun di sini," tandasnya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol A. Liliek Darmanto yang juga datang ke lokasi mengatakan pihaknya menghimbau agar jajarannya lebih hati-hati dalam menyimpan barang bukti yang bisa meledak.
"Mengimbau agar jika menyimpan barang bukti yang bisa meledak agar hati-hati, ikuti petunjuk jihandak. Ini berbahaya, untung tidak ada korban," kata Liliek.
Diduga petasan meledak karena terkena panas sinar matahari. Lokasi penyimpanan petasan itu memang berada di tempat terbuka dan berjarak sekitar 20 meter dari lapangan apel. Bahkan hanya berjarak sekitar 10 meter dari kantor tempat mengurus SKCK.
(alg/ndr)











































