Namun bagi Ratna, panggilan akrab Ratnarahayu Pitriyati, teror-teror tersebut merupakan tantangan dalam pekerjaanya.
"Saya pernah dapat teror, waktu membereskan PKL di Jalan Puter. Juga pernah ada yang mau demo dari LSM karena saya dinilai tidak mau mengeluarkan surat," tutur Ratna di kantornya, Jalan Sadang Serang, Bandung, Rabu (20/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ancaman kepada saya ada yang lewat sms dan ada juga yang via surat. Saya hadapi saja, kalau saya memperlihatkan rasa takut, mereka bisa cari celah," tuturnya.
Namun semua pengalaman baik maupun buruk selama menjabat jadi lurah, bagi Ratna adalah warna hidup yang harus dijalani.
"Sejauh ini masih bisa tertangani. Karena kerjasama dengan tim kelurahan, Babinsa dan Babinkamtibmas," tandasnya.
(avi/try)











































