278 Siswa Penerima Beasiswa Sampoerna di Aceh & Sumut Hilang
Selasa, 04 Jan 2005 07:39 WIB
Jakarta - Sekitar 278 siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) penerima beasiswa dari Sampoerna Foundation yang tinggal di Aceh dan Sumatera Utara hingga kini belum diketahui nasibnya. Beberapa di antara anak yang hilang itu kemungkinan termasuk korban meninggal akibat bencana gempa dan tsunami.Ali Suryanto, program officer untuk Sampoerna Foundation, memperkirakan tiga penerima beasiswa yang tinggal di Sirombu, Nias, dan Simeleu, meninggal dunia. "Walau demikian kami berharap mereka yang telah jadi anggota keluarga besar kami dalam keadaan aman," katanya dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (4/1/2005).Direktur bagian Operasi dan Keuangan Sampoerna Foundation Elan Mardi menambahkan bahwa hilangnya para penerima beasiswa tersebut merupakan kehilangan besar. "Beberapa dari mereka adalah anak-anak terbaik Indonesia."Menurut Direktur Program dan Hubungan Alumni, Eddy F. Henry, lebih dari 270 penerima beasiswa Sampoerna terdaftar di bagian utara Sumatera. Keberadaan mereka hingga kini belum diketahui, apakah selamat atau meninggal.Dirikan Dua PoskoDalam rilis terpisah Kepala Public Relation Sampoerna Indonesia, Yudy Rizard Hakim, menjelaskan tim Sampoerna Rescue telah mendirikan dua posko tenda kemanusiaan di Aceh, yaitu di Jasdam, Nasau, dan kompleks Menara TVRI Mata'i, Kecamatan Ketapang. Dokter dan perawat yang berada di lokasi itu telah membantu para korban yang terluka.Untuk membantu para korban bencana pada 31 Desember Tim Sampoerna Rescue telah mengirimkan 55 koli obat-obatan, pakaian, makanan, dan air mineral ke Aceh. Kemudian pada hari pertama tahun 2005 kembali 120 koli obat-obatan, makanan, dan air mineral, serta tiga tenda yang menampung 85 orang, satu truk unimox, dan satu ambulans dengan peralatan medis.
(gtp/)
