Petualangan Wismoyo sebagai sopir jadi-jadian berakhir dalam tangan polisi. Namun, tak ada salahnya warga tetap waspada untuk menghindari sopir jadi-jadian lainnya, yang entah masih berapa banyak, di luar sana. Ini tips dari warga Pondok Indah yang selamat dari jerat sopir gadungan.
Warga Pondok Indah yang tak mau disebutkan namanya ini didatangi seorang pria yang melamar sebagai sopir pribadi pada Selasa (19/8/2014) kemarin. Kendati membawa fotokopi identitas diri bertuliskan Heri, namun warga itu hari ini menyadari bahwa Heri itu sama persis dengan Wismoyo yang fotonya tertampang di detikcom.
"Yah mungkin saja hanya kebetulan Heri ini mirip dengan Wismoyo, tetapi saya tetap ingin membagikan cerita ini agar warga Pondok Indah dan sekitarnya lebih berhati-hati," kata warga Pondok Indah itu dalam email yang dikirim pada detikcom, Rabu (20/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun memberikan beberapa tips agar terhindar dari sopir jadi-jadian:
1. Harus di-refer (direkomendasikan-red) dari orang yang dikenal, konfirmasi ulang dengan orang yang me-refer kalau betul dia orang yang di-refer ke rumah/kantor, biarkan orang yang melamar dan yang me-refer berbicara langsung ditelepon.
2. Jangan langsung test drive/memberikan kunci mobil untuk cuci mobil sebelum dicek dengan baik identitas dan backgroundnya selepas interview.
3. Ada surat lamaran dan identitas yang jelas yaitu fotokopi KTP, SIM, KK dan minta dibandingkan dengan yang asli sebelum diterima fotokopiannya, ada surat keterangan dari pekerjaan sebelumnya dengan nomor kontak untuk dicek kebenarannya. Kalau perlu minta surat keterangan dari kepolisian tentang kriminalitas dan surat keterangan dari RS tentang narkotika.
#detikTif adalah program khusus detikcom yang berarti 'detektif interaktif'. Pembaca dapat berkontribusi menelusuri atau memberi informasi soal sosok misterius yang sedang dicari.
(nwk/nrl)











































