Ini Cerita Warga Pondok Indah yang Selamat dari Jerat Wismoyo

#detikTif

Ini Cerita Warga Pondok Indah yang Selamat dari Jerat Wismoyo

- detikNews
Rabu, 20 Agu 2014 12:34 WIB
Ini Cerita Warga Pondok Indah yang Selamat dari Jerat Wismoyo
(Foto: Istimewa)
Jakarta -

Aksi Wismoyo telah berakhir setelah dibekuk polisi. Sebelum tertangkap, pada 19 Agustus kemarin seorang pria yang diyakini sebagai sosok Wismoyo mendatangi warga Pondok Indah untuk melamar sebagai sopir. Untunglah warga Pondok Indah itu lolos dari jerat manis sopir jadi-jadian itu.

Warga Pondok Indah yang enggan disebut namanya itu memang sedang membutuhkan sopir pribadi. Pria yang mirip Wismoyo itu datang ke rumahnya pada Selasa (19/8/2014) pagi. Dia diberitahu tetangga yang memberitahu bahwa ada pria dari Jawa yang menunggu di depan rumah seperti hendak bertemu.

"Saya baru pulang sehabis jogging, dalam hati saya, tumben tetangga kok memberitahu padahal biasanya dan beberapa hari sebelum ini juga ada beberapa orang datang melamar sebagai sopir tetap tidak bilang apa-apa. Belakangan saya baru sadar mungkin karena tingkah lakunya gelisah atau mencurigakan makanya orang-orang sekitar jadi memperhatikan orang ini," tulisnya lewat email ke redaksi detikcom, Rabu (20/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lantas membuka gerbang dan mendapati pria sudah masuk ke bangunan pos oleh pembantunya. Pembantunya tidak curiga karena memang keluarganya sedang mencari pembantu. Pria itu mengaku bernama Heri.

"Kita juga memang memesan dari sopir saudara kami yang sudah bekerja 15 tahun di keluarga kami untuk diperkenalkan dengan orang-orang yang ingin bekerja sebagai sopir. Karena sopir saudara bilang nanti akan ada yang datang beberapa orang dalam 1 minggu ini, kami pun tidak curiga," imbuhnya.

Dia lantas meminta surat lamaran, namun pria bernama Heri mengatakan tidak menyediakan surat lamaran dan hanya memberikan fotokopi SIM dan KTP. Desi lantas meminta Heri menunggu di pos untuk test drive atau uji mengemudi. Namun, perilaku Heri menunjukkan ketidaksabaran.

"Kebetulan sekali hari itu saudara saya yang akan men-test drive sibuk sekali pagi itu, jadi 1 jam kemudian baru mau keluar untuk test drive. Tetapi orang yang hendak melamar dan mengaku bernama Heri itu marah-marah dan teriak-teriak bilang nunggunya kelamaan untuk test drive dan interviewnya kemudian tidak jadi dan minta fotokopi SIM dan KTP-nya dikembalikan. Tanpa curiga kami pun mengembalikan dan mempersilakannya pulang," jelas dia.

Baru keesokkan harinya, hari Rabu ini, warga Pondok Indah ini kaget sekali ketika melihat fotokopi SIM Wismoyo di detik.com mirip sekali dengan orang yang datang melamar kemarin ke rumahnya.

"Cuma terlihat lebih tua dibanding yang di foto SIM, berkumis, dan saya pun jadi teringat kesan pertama saya waktu melihat orang itu: orang ini terlihat terlalu rapi untuk pekerjaan sopir. Tidak terlihat seperti sopir, tapi seperti karyawan kantor, atau memiliki penghasilan lebih tinggi dari sopir-sopir pada umumnya," tuturnya.

Yang diingatnya dari fotokopi identitas pria pelamar itu adalah dia mengaku orang Jawa Timur, lahir sekitar tahun 1975 dan pekerjaannya karyawan. Pria itu membawa fotokopi SIM dan KTP dengan nama Heri.

"Saya lalu langsung menelepon sopir saudara saya untuk mengkonfirmasi, dan dia mengaku tidak pernah merefer orang bernama Heri untuk datang melamar ke rumah. Saya kaget sekali, walaupun kami bisa dibilang sangat beruntung tidak jadi menerima Heri bekerja. Dugaan saya dia panik karena buron, saat disuruh menunggu 1 jam di pos mungkin dia kira sedang didatangi polisi jadi memutuskan untuk pulang," bebernya.

#detikTif adalah program khusus detikcom yang berarti 'detektif interaktif'. Pembaca dapat berkontribusi menelusuri atau memberi informasi soal sosok misterius yang sedang dicari.

(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini