Tim Transisi Sambut Baik Bila PD-PAN Merapat, Asal Jangan Minta Menteri

Tim Transisi Sambut Baik Bila PD-PAN Merapat, Asal Jangan Minta Menteri

- detikNews
Rabu, 20 Agu 2014 10:31 WIB
Tim Transisi Sambut Baik Bila PD-PAN Merapat, Asal Jangan Minta Menteri
Jakarta - Deputi Kantor Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Akbar Faizal menyambut baik bila Partai Demokrat dan PAN bergabung mendukung pemerintahan baru. Bertambahnya parpol pendukung akan memperkuat kinerja pemerintah nantinya.

"Silakan saja bagus, artinya kekuatan bangsa ini akan bersatu kekuatan bangsa jadi besar untuk membangun bangsa ke depan itu bagus," ujar Akbar Faizal, Rabu (20/9/2014).

Namun bergabungnya parpol baru ke barisan pengusung kata Akbar tidak boleh bersyarat. Sebab Jokowi menghendaki dukungan yang tak bersyarat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Poin pentingnya kan orientasi, bagaimana perbaikan bangsa ke depan, jadi tidak ada pretensi di belakangnya," sambungnya.

Akbar yakin parpol yang berada di luar pendukung Jokowi-JK memiliki pertimbangan untuk memutuskan posisi politik selama 5 tahun ke depan.

"Teman-teman dari partai lain pasti tahulah, pasti cerdas membaca situasi, pasti punya pertimbangan sendiri dan punya kearifan untuk menyatakan bergabung. Itu adalah sesuatu kearifan, saya rasa keputusan arif dan keputusan logis," kata dia.

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan parpol pengusung Jokowi-JKa membuka diri bagi parpol lain untuk bergabung memperkuat pemerintahan. Kans ini juga terbuka untuk PD yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jangan kemudian dicampuradukkan dengan hubungan pribadi Pak SBY dengan Ibu Mega kemudian dengan parpol dalam memperkuat sistem presidensil," ujar Puan di Ballroom Four Seasons Hotel, Selasa (19/8).

Puan menegaskan urusan parpol tidak perlu dikaitkan dengan hubungan SBY dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Nggak masalah, ini kan masalahnya bukan siapa atau dengan siapa tapi masalahnya bagaimana kita membangun bangsa dengan memperkuat sistem presidensil," sambungnya.

Karena itu parpol manapun menurut Puan bisa bergabung memperkuat sistem presidensial. Syaratnya, parpol tersebut memiliki visi-misi sama dengan Jokowi-JK.

"Tentu saja dalam memperkuat sistem eksekutif dan legislatif harus kita dukunglah. Kita membuka pintu supaya mereka bersama-sama dengan kita," sambungnya.

(fdn/trq)


Berita Terkait