"Hubungan apanya? Baik-baik aja kok," kata Jokowi saat ditanya wartawan tentang hubungan Mega-SBY usai menghadiri penghargaan SSSG 2014 di Hotel Four Season, Jalan Rasuna Said, Jaksel, Selasa (19/8/2014) malam.
Menurutnya, hubungan silaturahmi antara Megawati dan SBY tetap terjalin dan baik-baik saja. Ia meminta agar urusan politik ta dicampuradukkan dengan urusan pribadi keduanya.
"Semuanya masih berproses," ucapnya.
Hal ini senada dengan ucapan Ketua DPP PDIP sekaligus putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.
"Jangan kemudian dicampuradukkan dengan hubungan pribadi Pak SBY dengan Ibu Mega kemudian dengan parpol dalam memperkuat sistem presidensial," ucap Puan Maharani.
Menurut Puan, koalisi kedua parpol ini terkait urusan pemerintahan ke depan. Karena itu, ia tak menutup kemungkinan partai Demokrat merapat ke kubu Jokowi-JK.
Hubungan Megawati dan SBY merenggang sejak 2004 pasca pengunduran diri SBY saat masih menjabat sebagat Menko Polhukam saat Megawati menjabat. Banyak versi mengenai bagaimana hubungan ini berjalan, presiden SBY dalam bukunya 'Selalu Ada Pilihan' menjelaskan upayanya untuk memulihkan hubungannya yang renggang karena 'insiden politik' yang terjadi. Sayangnya SBY tidak merinci insiden politik seperti apa insiden itu. Namun, diduga terkait ikutnya SBY dalam pemilihan presiden di 2004 tanpa seijin Megawati.
(bil/dha)











































