Presiden terpilih Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, membuka peluang terhadap Tim Transisi duduk di kursi kabinet kepemimpinannya.
"Bisa ya (jadi menteri), bisa enggak," kata Jokowi usai menghadiri penghargaan SSSG 2014 di Hotel Four Season, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2014).
Setelah KPU menetapkan kemenangan perolehan suara Pilpres 2014, Jokowi-JK membentuk Tim Transisi. Tim dikepalai seorang Kepala staf dan empat orang deputi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi kerap menjelaskan jika tim ini bekerja untuk memberi rekomendasi program kerja pemerintahannya. Mereka tak mengurusi kabinet, kriteria terlebih nama-nama orang yang akan menjadi menteri.
Namun, Jokowi menegaskan pemilihan menteri adalah hak prerogatifnya. Ia menampik rumors yang menyebut para anggota tim ini sudah pasti menjadi menteri. Ia akan menunjuk siapapun untuk menjadi menteri dengan melihat rekam jejak dan prestasinya. Termasuk para anggota tim Transisi.
"Bisa jadi menteri tapi tidak ada jaminan," tegas Jokowi.
Menurutnya, penyusunan kabinet baru akan rampung di pertengahan September. Karena itu, ia juga belum mau membahas apakah akan ada pengurangan kementerian atau tidak.
"Kami tidak berpikir tentang ramping atau enggak. Tapi yang penting kabinet itu bekerja bisa menyelesaikan program dan masalah yang ada," pungkasnya.
(bil/ahy)










































