"Perselisihan berlaurt-larut malah membuat bangsa Indonesia lemah. Persatuan dan kesatuan adalah modal sosial. Jangan sampai dinamika Pilpres merusak modal sosial bangsa Indonesia," terangnya.
Hal ini diungkapkannya saat menyampaikan sambutan pada acara Halal bi halal bertema 'Dengan Silaturrahmi Syawal Membangun Kelestarian Ukuhwah Islamiyah, Basyariah dan Wathoniah' di gedung DPP LDII lantai 3, Jalan Tentara Pelajar no 28 Patal Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2014) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdullah juga mengimbau untuk mendukung siapa pun pemenang Pilpres tahun 2014 ini. Meski demikian, presiden terpilih juga harus tetap dikritisi.
"Menang atau kalah itu takdir. Tetulis dalam Lauh Mahfudz. Siapapun pemenangnya harus kita dukung. Sebaliknya pemenang harus dikritisi bila menyimpang, menyeleweng atau mengingkari," ujarnya.
Menurut Abdullah, konsekuensi logis dari dua pilihan pada Pilpres, yaitu menimbulkan ketegangan yang hingga kini belum surut. Melalui Ukhuwah Islamiyah, Abdullah mengatakan, LDII mendorong terjadinya kerukunan dan keteraturan sosial tanpa memandang sekat suku, ras dan agama.
"Kita adalah satu bangsa, untuk itu sangat penting menjaga ukhuwah wathoniah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan," tutupnya.
(idh/aws)











































