"Memang tidak mudah karena melibatkan barang bukti di negara lain, sehingga akhirnya kita musti bawa barang bukti banyak dan tidak semudah itu terjadi di Indonesia," kata Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2014).
Selain banyaknya barang bukti yang ada di Arab, Pandu mengakui adanya beberapa anggota DPR yang ikut 'bermain' di korupsi dana haji turut memperlama proses penyidikan. Apalagi, dari beberapa anggota dewan itu akhirnya penyidik mengembangkan kasus ini ke beberapa sisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, hari ini penyidik memeriksa anggota komisi VIII, Hazrul Azwar. Usai menjalani pemeriksaan, Hazrul mengaku banyak ditanya soal prosedur pengawasan.
"Tadi ditanya soal prosedur pengawasan saja, pengawasan itu kan rutin. Ada juga prosedur pembentukan BPIH," kata Hazrul usai menjalani pemeriksaan.
Hazrul mengakui ikut berangkat ke Arab beserta Ketua DPR Marzuki Alie dan beberapa anggota komisi VIII yang lain. Meskipun tugasnya untuk mengawasi proses pelaksanaan haji, Hazrul mengaku dia bersama Marzuki Alie dan rombongan ikut menunaikan ibadah haji.
"Kan boleh dua-duanya, mengawasi dan beribadah haji," tegas Hazrul.
(kha/ahy)










































