Cerita dimulai ketika Hadi ditemani ibunya, Suprapti, datang ke markas pemenangan Prabowo-Hatta tiga hari setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli lalu. Kekaguman teramat dalam terhadap sosok mantan Danjen Kopassus itu membuat Hadi betah dan tak mau pulang ke rumahnya.
"Sampai sekarang nggak mau pulang itu anak. Tidur ya begini, di bangku-bangku yang dia mau. Orang tua mah maunya kan tidur di rumah, ngerjain pekerjaan rumah. Tapi karena dia memaksa dan mau sendiri ya kita ikutin, kalau nggak diikutin maunya (dia) suka sakit," ujar Suprapti saat berbincang dengan detikcom di Rumah Polonia, Jl Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa (19/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mau ke Polonia terus dia tidak mau pulang abis itu. Saya tanya kenapa, katanya soalnya yang jadi presiden itu Prabowo," ujar Suprapti. Karena Hadi tidak mau pulang ke rumah kontrakan mereka di Jati Manggis, Depok, maka mereka melewatkan puasa dan Lebaran di rumah tersebut.
"Setiap hari di sini, tapi aku tetap bayar kontrakan di Depok," ujarnya.
Karena menginap di Rumah Polonia, maka Hadi pun sudah lama membolos dari TK. Meski sudah ditegur sang guru untuk kembali bersekolah, Hadi tidak menghiraukannya.
"Dia bolos, katanya sampai keputusan (MK dan DKPP) nanti. Walah, sudah saya suruh tapi dia tetap nggak mau sampai tanggal 21 Agustus. Diledekin sama gurunya Prabowo kalah, terus dia jawab 'menang-menang'," kata perempuan yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga ini.
Perempuan tiga anak ini mengaku tidak tahu alasan apa yang membuat Hadi sampai tergila-gila mengidolakan Prabowo. Dia pun berkisah anaknya sangat sentimen dengan pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK tanpa tahu kenapa.
"Dia tuh kalau dapat soal sama gurunya disuruh nulis angka 1 - 2 - 3 - 4 - 5, nulis nomor 2 dilongkapin (dilewati) jadi 1 - 3 - 4 - 5. Anti banget dia nomor 2," kisahnya sambil tertawa kecil.
Hadi juga pernah mengikuti Prabowo ke sidang perdana gugatan hasil pemilu di MK beberapa waktu lalu. Seolah ingin tampil tak kalah gagah dengan idolanya, Hadi pun mengenakan seragam loreng ala militer.
"Iya biasanya pakai itu kalau ke MK. Dia yang milih sendiri tuh nggak ada yang nyuruh. Kan saya suruh pilih, di rumah juga ada kostum TNI polos tapi dia nggak mau. Maunya yang loreng katanya," jelas Suprapti.
Hadi sendiri dengan malu-malu mengungkapkan kekagumannya terhadap pasangan Hatta Rajasa itu. Di matanya, Prabowo adalah sosok pemimpin yang baik dan dapat membuat negara aman. Bagaimana dengan Jokowi?
"Enggak, ogah!" jawabnya dengan wajah cemberut.
(aws/nrl)











































