Prancis Berangkatkan Rumah Sakit Lapangan ke Aceh
Selasa, 04 Jan 2005 06:00 WIB
Jakarta - Selasa (4/1/2005) ini Prancis memberangkatkan rumah sakit darurat atau lapangan (field hospital) ESCRIM yang dilengkapi 30 ton peralatan ke Aceh. Rumah sakit serbaguna dan swatantra dengan 72 tenaga dokter dan paramedis ini mampu memberikan berbagai pelayanan medis, termasuk operasi jantung.Pengiriman rumah sakit lapangan ini merupakan bagian dari bantuan Prancis untuk menangani korban bencana gempa dan tsunami di Indonesia. Demikian menurut rilis dari Kedutaan Besar Prancis di Indonesia yang diterima detikcom, Senin (3/1/2005).Bantuan lain adalah berupa tim evaluasi dan koordinasi dari Direktorat Keamanan Sipil Prancis yang ditempatkan di Banda Aceh dan Jakarta. Kemudian ada 19 ton bantuan darurat kemanusiaan yang terdiri dari makanan, peralatan medis, dan dua unit peralatan pengolah air bersih yang telah tiba di Medan pada 2 Januari lalu dan dikirim ke daerah bencana.Dua kapal perang milik Angkatan Laut Prancis kini juga sedang dalam perjalanan ke Indonesia, yakni kapal pengangkut helikopter Jeanne d'Arc dan fregat Georges Leygues. Kapal Jeanne d'Arc mengangkut tiga helikopter serbaguna Super Puma, dua heli penghubung, serta pusat layanan kesehatan berikut dokter.Selain bantuan dari pemerintah juga ada bantuan dari LSM di Prancis. Palang Merah Prancis yang terdiri dari 10 orang, misalnya, telah tiba di Indonesia 1 Januari lalu dengan membawa beberapa unit pengeolah air bersih yang per harinya dapat menghasilkan air bersih untuk 35 ribu orang.Perusahaan-perusahaan di Indonesia juga telah menyampaikan bantuannya, terutama melalui Palang Merah Indonesia. Bantuan tersebut didistribusikan berdasarkan permusyawaratan dengan badan-badan yang berwenang di Indonesia, perwakilan badan-badan PBB, dan kedutaan negara-negara Uni Eropa lainnya.Total bantuan Prancis untuk negara-negara korban bencana gempa-tsunami mencapai US$ 60 juta. Ini terdiri dari US$ 28.4 juta yang dicurahkan ke badan-badan PBB, bantuan bilateral langsung US$ 2 juta, dana untuk pencegahan penyakit pasca bencana US$ 26 juta, dan bantuan dari berbagai LSM di Prancis. Selain itu ada pula bantuan sebesar US$ 13,3 juta yang telah diserahkan pemerintah Prancis.
(gtp/)











































