TNI Banyak Kerja Sedikit Bicara
Militer Asing Bantu Korban Aceh
Selasa, 04 Jan 2005 02:00 WIB
Jakarta - Sejumlah Angkatan Bersenjata negara sahabat yang bekerja sama dengan TNI secara langsung ikut membantu korban bencana gempa bumi yang disusul tsunami di Aceh. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, RRC, dan lain sebagainya.Menurut rilis dari Puspen TNI yang diterima detikcom, Senin (3/1/2005), Angkatan Bersenjata negara sahabat juga mengirimkan peralatan militer berupa pesawat angkut militer dan pesawat helikopter untuk membantu mengangkut bantuan makanan dan obat-obatan ke Aceh.Militer AS (US Army) mengirimkan enam pesawat Hercules C-130 dan 12 Helikopter. Australia mengirimkan enam Hercules C-130 dan satu pesawat Boeing 707. Singapura mengirimkan dua buah Helikopter jenis Chinox dan dua buah Helikopter Super Puma. Sedang Malaysia mengirimkan dua pesawat jenis S 61 Nuri.Hari Senin (3/1/2005) berlangsung penerbangan helikopter oleh militer AS untuk misi kemanusian di Aceh. Tiga Helikopter diterbangkan ke Meulaboh dengan membawa enam personel Global Relief dan 16 wartawan, dan tiga Helikopter mengangkut bantuan logistik dan obat-obatan ke Keude Teunom, Aceh Barat.Kemudian dua Helikopter mengangkut bantuan ke Samatiga, Meulaboh. Empat Helikopter membawa logistik ke Krueng Raya, dan dua Helikopter membawa logistik ke Lamno, Aceh Barat.Sementara dua Helikopter Super Puma milik militer Singapura mengangkut bantuan logistik ke Calang, Aceh Selatan, dan mendrop peralatan rumah sakit lapangan ke Meulaboh.TNI Sedikit BicaraDalam rilis itu juga disebutkan pernyataan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang menegaskan bahwa prajurit TNI lebih banyak berbuat daripada banyak bicara dalam menangani korban bencana alam di Aceh. KSAD, dalam peninjauan ke Aceh selama satu minggu, memerintahkan langsung para prajurit untuk membantu semaksimal mungkin korban dan masyarakat dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan terus mengalirnya bantuan dari Mabes TNI AD dan didukung oleh Kodam-kodam dan Badan Pelaksana di lingkungan TNI AD. Bantuan ini berupa pengiriman personel, makanan dan obat-obatan, hingga peralatan berat yang sangat dibutuhkan untuk merehabilitasi kerusakan-kerusakan akibat bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Jadi, jika ada kalangan yang menilai TNI tidak optimal dalam memberikan bantuan adalah tidak benar karena TNI memegang prinisip "lebih baik banyak berbuat daripada banyak bicara".
(gtp/)











































