"Ide tentang menteri dilarang rangkap jabatan eksekutif di partai perlu didukung. Selain mengandung kebaruan juga berfaedah bagi rakyat dan demokrasi," kata Hanta lewat twitter, Selasa (19/8/2014).
Sebaliknya, menurut Hanta, rangkap jabatan menteri dan parpol lebih banyak memberikan mudharat politik ketimbang kemanfaatan bagi rakyat, pemerintah dan demokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain kabinet diisi para ketum/ketua/sekjen partai, 2004-2009 Wapres rangkap ketum, 2009-2014 Presiden ketum. Semoga ada yang baru di 2014-2019," lanjutnya.
Mengapa ide itu termasuk kebaruan? Menurut Hanta selama ini belum ada presiden yang menerapkan/melembagakan itu, sekaligus memberi contoh, ke depan diperlukan regulasi.
"Namun, tak berarti anggota kabinet harus bersih dari partai, beberapa memiliki pijakan partai juga perlu. Kader partai yang kompeten-profesional dan bersih," pungkasnya.
(van/try)











































