"Proses pemecatan saya dilakukan secara tidak adil dan tidak beradab dari segi kemanusiaan. Tidak sesuai dengan ideologi Partai Golkar yaitu Pancasila. Tidak ada juga proses pembelajaran politik yang baik dalam kasus pemecatan kami," kata Poempida dalam siaran pers, Selasa (19/8/2014).
Poempida menuturkan, jika MK menolak gugatan Prabowo-Hatta dan memenangkan Jokowi-JK artinya pilihan politiknya tidak salah. Namun DPP Golkar terus sesumbar konsisten di koalisi permanen Prabowo-Hatta justru memecat pria kelahiran 18 Maret 1972 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poempida menyayangkan pernyataan Wasekjen Golkar Lalu Mara Satriawangsa yang menuturkan tiga kader yang dipecat tidak memberikan klarifikasi dalam 60 hari.
"Lalu Mara mungkin sudah agak hilang ingatan. Kami sudah melayangkan surat penolakan atas pemecatan tersebut pada tanggal 26 Juni 2014. Sampai saat ini tidak direspons oleh DPP," protesnya.
(van/nrl)











































