Ini 6 Obsesi Manis Ahok Tarik Wisatawan ke Jakarta

Ini 6 Obsesi Manis Ahok Tarik Wisatawan ke Jakarta

- detikNews
Selasa, 19 Agu 2014 10:49 WIB
Ini 6 Obsesi Manis Ahok Tarik Wisatawan ke Jakarta
Jakarta - Jakarta punya beragam destinasi wisata. Obyek-obyek pariswisata di Ibukota itu terus dikembangkan untuk menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri. Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya sejumlah konsep untuk membangun wisata Jakarta.

Ahok memiliki impian-impian mempercantik pariwisata di Jakarta. Dengan begitu, ia berharap wisatawan kelas atas dan menengah tidak perlu lagi berlibur di luar negeri.

Suami Veronika Tan ini ingin mewujudkan impiannya dengan merealisasikan rencana antara lain membangun wahana permainan baru, mempercantik Kepulauan Seribu, hingga menjadikan gedung-gedung tua dan bersejarah menjadi tujuan para turis asing dan domestik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 6 obsesi manis Ahok menarik wisatawan ke Jakarta:

1. Wahana Permainan Sekelas Jepang

Ibukota akan segera mempunyai pusat taman hiburan baru sekaliber internasional tak jauh dari Ancol. Ahok menyatakan pusat permainan itu dibuat agar orang-orang kaya di Indonesia tidak perlu bersusah payah ke luar negeri untuk menjajal taman permainan.

"Sekarang orang-orang kaya atau kelas menengah kalau liburan itu ke mana? ke Jepang, Korea, lain-lain kan. Nah kami pengin juga punya yang sekelas dengan itu, setara dengan internasional," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014).

Untuk mewujudkan rencana itu, Pemprov DKI memberikan suntikan dana lewat skema Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Rp 5 triliun pada PT Pembangunan Jaya Ancol. Hal ini dijelaskannya dalam paripurna DPRD, saat membacakan jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi tentang Bank DKI, TransJakarta dan Ancol.

"Sejalan dengan rencana strategis PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk salah satu tujuan peningkatan modal dasar itu adalah untuk mengembangkan kawasan baru, yaitu theme park baru di sebelah utara Dunia Fantasi, seluas 16 hektar hasil reklamasi," ucap Ahok.

Di kawasan hasil reklamasi pantai itu seluas 16 hektar itu, kata Ahok, nantinya akan ada berbagai wahana modern dan canggih.

"Di dalamnya nanti terbagi menjadi zona-zona yang menampilkan permainan dan pertunjukan atraktif. Ancol mengedepankan wahana yang edukatif dan entertainer seperti wahana Ocean Dream Samudra, Dunia Fantasi, Atlantis Water Adventure, dan Ecopark," jelas Ahok.


2. Percantik Pulau Seribu

Ahok punya gagasan guna mencegah orang Jakarta menyerbu Puncak di Bogor setiap akhir pekan dan menyebabkan kemacetan. Ahok akan mempercantik Kepulauan Seribu.

"Solusinya suruh ke Pulau Seribu saja nanti ya. Kami akan bikin yang bagus," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Solusi membuat lokasi alternatif lain salah satu yang paling memungkinkan. Bisa juga dengan membangun sarana kereta api, walau orang akan tetap memilih mobil.

"Bikin kereta juga orang tetap mau naik mobil pribadi," jelas dia.

Menurut dia, solusi kereta menjadi alternatif lain dan patut dicoba. Ahok berharap Jokowi bisa mewujudkan rencana sarana dan prasarana transportasi.

"Pasti. Makanya Pak Gubernur kan di sana. Nanti pasti beliau akan atur. Maunya kami itu semua moda itu kereta api. Makanya saya bilang semua MRT itu harusnya nggak cuma berhenti di Lebak Bulus, kenapa nggak sampai ke Bintaro atau terusin sampai ke Lebak Bulus, ya enggak?" urai Ahok.

"Semua harus berbasis rel kereta. Lihat contoh Amerika, saat dia kena resesi ekonomi yang paling besar, dia bangun rel kereta. Kami juga harusnya seperti itu. Berbasis rel saja udah paling benar. Seperti Jepang, itu sudah tiap setengah menit sudah ada satu kereta lewat lho. Kami mau mengarah ke situ. Kalau bus kan nggak bisa. Tabrakan kalau disuruh tiap setengah menit. Harus kereta," tutup dia.

3. TIM Pindah ke Kota Tua

Ahok ingin menjadikan Kota Tua sebagai lokasi pagelaran festival. Ia bahkan berencana 'memindahkan' Taman Ismail Marzuki (TIM) ke Kota Tua.

"Ini yang dimaksud Kota Tua Festival. Kalau kamu nggak bikin festival, wisata ini nggak akan jalan. Kalau pemerintah waktu itu mau ngasih pinjaman soal cipta niaga atau karya niaga itu kan enak bisa antar pemerintah. Kami ingin memindahkan TIM ke sini supaya kampus bisa tiap hari pameran dan usaha. Jadi tambahan buat mahasiswa juga. Pertunjukan dan pameran kan butuh tempat yang besar. Nah, cocok di sini. Jadi di sini Kami bisa buat kampus. Jadi TIM bisa buat sesuatu yang bermanfaat lebih besar lagi. Tapi ini dari gubernur kapan nggak pernah jadi. Yah mudah mudahan pembantu gubernur ini bisalah," papar Ahok sambil tertawa.

Ahok juga terus berupaya mempercantik Kota Tua. Bangunan-bangunan tua di kawasan itu diharapkan menjadi 'ladang investasi'.

"Ini masalah. Ketika orang pengin investasi gedung tua ini mahal, BUMN hanya bisa ngasih 5 tahun. Orang penginnya 20 tahun. Ini masalah. Kami ingin maksa swasta ini belum ramai gimana mau balik modal. Mau bikin hotel siapa yang mau nginep? Nah, sekarang Kami main paksa bareng deh. Anda harus bangun ini gedung. Kami kasih insentif PBB dan administrasi. Kalau nggak mau bangun, jual kepada kami dengan harga pasar. Kalau sewa kami Pemda masalah. Kalau bangun nggak mau jual, nggak mau ya udah kami pasang 10 kali lipat PBB. 10 Kali PBB kan berat, harapannya dia nyari investor buat bangun. Kalau dia nggak mau bayar juga, kami sita saja ini," papar dia.

Selain itu, Ahok ingin mengoperasionalkan bus tingkat di kawasan Kota Tua.

"Saya mau pasang bus tingkat ke sini. Kereta juga nyambung ke sini. Nanti kami mau buat lagi jembatan dari pemadam kebakaran sampai BNI ke Fatahilah pakai batu andesit saja, nggak pakai aspal. Jadi orang bisa jalan kaki. Jadi orang seharusnya berani investasi. Kami serius termasuk kali besar barat mau kami bikin bening. Kami serius. Tapi ini juga harus sama-sama gitu lho," kata Ahok.

4. Kelapa Gading Ikon Wisata Kuliner

Ahok optimistis acara Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) di Mall Kelapa Gading, La Piazza, dan Haris Hotel & Conventions Kelapa Gading pada 9 Mei sampai 1 Juni mendatang bisa mendongkrak jumlah wisatawan. Menurutnya Kelapa Gading, Jakarta Utara, saat ini adalah salah satu ikon di Ibukota.

"Orang kalau mau lihat fashion dan wisata kuliner, perginya ke Kelapa Gading," kata Ahok ketika memberikan sambutan dalam Preview JFFF di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2014).

Kegiatan yang sudah masuk tahun ke-11 ini adalah bagian dari program β€œEnjoy Jakarta”, serta jadi event pembuka dalam rangkaian HUT DKI. Ahok menuturkan acara ini memberikan kesempatan dan wadah berkumpulnya produk mode dan kuliner Indonesia yang berkualitas internasional.

Rangkaian kegiatan JFFF selama 24 hari Mal Kelapa Gading, La Piazza, dan Haris Hotel & Conventions Kelapa Gading. Terdiri dari tiga acara utama yakni Fashion Extravaganza, Food Festival, dan Gading Nite Carnival.

Puluhan desainer kenamaan tanah air akan menampilkan koleksi terbaru mereka. Adapun festival kulinernya yakni Kampung Tempo Doeloe yang terdiri dari 100 stand serta Wine & Cheese Expo.

"Kulinernya juga dipilih, kalau tidak terlalu laku disingkirin jadi enggak ada KKN. Kalau kulinernya kurang laku pasti disingkirin, sehingga betul-betul yang paling enak dan paling baik yang dijual di sana, ini bagus. Dari tahun ke tahun promosinya makin bagus dan kegiatannya makin banyak," beber Ahok.

Acara tersebut, kata Ahok, bisa meningkatkan daya tarik kota Jakarta sebagai destinasi wisata belanja. Melihat potensi di wilayah Kelapa Gading, Ahok lantas menuturkan, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menambah fasilitas transportasi yang mempermudah wisatawan berkunjung.

"Kami lagi pikirkan apakah nanti MRT (Mass Rapid Transportation) yang East-West nanti bisa melintas di Kelapa Gading. Kami juga siapkan bus pariwisata, Kami sedang pertimbangkan apakah nanti bisa bikin jalur bus wisata yang lewat Kelapa Gading juga," tuturnya.


5. Gedung Kuno Jadi Tujuan Wisata

Jakarta memiliki banyak bangunan kuno yang sarat dengan nilai budaya dan sejarah. Keragaman dalam hal infrastruktur bersejarah itu baiknya dimanfaatkan sebagai salah satu daya tarik wisatawan sebagai tujuan bagi wisatawan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengatakan, gedung-gedung tua di Ibukota memang seharusnya menjadi magnet bagi turis. Salah satunya adalah Gedung GPIB Jemaat Imanuel atau yang lebih dikenal dengan Gereja Ayam di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Bisa dijadiin tujuan wisata juga selain untuk kegiatan agama. Tapi kan musti minta izin mereka. Kalau bisa masukin surat, bagus banget. Ada beberapa peninggalan-peninggalannya musti dikeluarin lagi," kata pria yang akrab disapa Ahok di Jl Samanhudi no 12, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2013).

"Termasuk Kota Tua, bisa masuk sampai ke sini. Kami ada satu kesatuanlah. Kaya pasar baru. Orang kan belanja," imbuh eks Bupati Belitung itu.

Hal ini senada dengan rencana Pemprov DKI yang memiliki rencana pengadaan bus untuk wisata di wilayah Kota Tua. Rencananya alat transportasi massal itu akan diintegrasikan menuju tempat-tempat wisata di seputaran wilayah itu.

"Makanya kami pengin ada bus di kota tua masuk aja lewat Djuanda, Istiqlal, tinggal belok kiri ke Pasar Baru. Kalau bisa jalan ke gereja sini, kasih lihat. Kami pengin sebanyak mungkin nggak ke mana-mana," kata Ahok.

6. Sekretariat ASEAN Jadi Destinasi Turis

Kementerian Luar Negeri RI berencana membeli aset kantor Walikota Jakarta Selatan untuk membangun kantor Sekretariat ASEAN yang lebih besar lagi pada tahun depan. Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menginginkan agar kantor tersebut dapat menjadi salah satu tujuan wisata di Jakarta.

"Kalau mau bangun, bangun gedung yang unik. Unik mencirikan Asia. Supaya bisa jadi ikon Jakarta dan menjadi semacam destinasi turis-turis yang datang," kata Ahok.

Hal ini disampaikannya usai mengikuti acara ulangtahun ke-46 ASEAN di kantor Sekretariat ASEAN, Jalan Sisingamaraja, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2013).

Ahok mengatakan dalam rapat tertutup tersebut dibahas tentang bangunan kantor Walikota Jaksel yang juga akan diikutsertakan dalam pembangunan gedung ASEAN. Gedung Wali Kota Jaksel memang terletak di samping gedung Sekretariat ASEAN tersebut.

"Seperti bangunan kantor PBB di New York semua orang akan datang ke sana," lanjutnya yang mengenakan setelan jas berwarna hitam dan dasi biru tersebut.

Untuk mendukung ide menjadikan Jakarta sebagai ibukota ASEAN, Ahok juga meminta agar perwakilan negara-negara ASEAN dapat ikut dalam acara kebudayaan yang dilaksanakan Pemprov Jakarta.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri telah menganggarkan pembelian aset gedung kantor Walikota Jakarta Selatan di tahun depan. Pemprov DKI sudah menyetujui hal tersebut dan akan menjualnya dengan harga NJOP.
Halaman 2 dari 7
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads