Joko Widodo (Jokowi) mengawali karier politiknya sebagai Wali Kota Solo, Jawa Tengah. Setelah 7 tahun menjabat, oleh PDIP ia ditarik bertarung ke daerah yang lebih kompleks, DKI Jakarta.
Ia menang dan menjabat sebagai Gubernur DKI bersama Basuki T Purnama (Ahok) yang didaulatnya menjadi Wakil Gubernur DKI. Selama menjabat, hanya di waktu tertentu ia akan seharian di kantor. Selebihnya, Jokowi blusukan untuk melihat langsung permasalahan kota Jakarta. Kepemimpinan yang antimainstream serta banyaknya perubahan yang dirasakan warga membuatnya didaulat untuk menjadi calon presiden bersama Jusuf Kalla (JK).
Perjalanan Jokowi dan Jusuf Kalla menuju Istana Negara tak bisa dilepaskan dari peran ribuan relawan dan simpatisan di luar garis partai. Para relawan ini lintas usia dan profesi. Mulai dari anak muda hingga lansia. Mulai dari musisi hingga politisi senior dari partai di luar koalisinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dibayar sangat besar sekali dengan sebuah harapan bahwa pemimpin kami akan bekerja keras untuk Indonesia," kata salah satu seniman pendukung Jokowi-JK, Mira Lesmana di sela pertunjukan di Galeri Salihara beberapa waktu lalu.
Tak hanya para artis, ribuan relawan dan pendukung Jokowi di wilayah luar Jakarta turut bekerja memenangkan pasangan Jokowi-JK. Alhasil, kerja seluruh stakeholders pendukung mengantar pasangan itu meraih 53, 15 persen suara pada Pilpres dan unggul dari rivalnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang hanya memperoleh 46, 85 persen suara.
Namun, Jokowi-JK masih harus menunggu keputusan MK untuk gugatan pelaksanaan Pilpres yang dilayangkan kubu Prabowo-Hatta pada KPU sebagai pelaksana pemilu. Tanggal 21 Agustus depan, MK akan menetapkan hasil sidang tersebut. Jika gugatan ditolak, Jokowi-JK akan melenggang ke Istana Negara dan dilantik Oktober mendatang.
Lalu apa balasan Jokowi untuk semua kerja keras relawan dan pendukungnya?
"Ucapan terima kasih. Udah," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (19/8/2014).
Ia terlihat santai saat mengatakan ucapan terimakasih yang diberikan. Tak ada kursi jabatan, upah atau hal lainnya.
Jokowi bukan tak tahu terimakasih atau pemberian pamrih ala pengusaha. Namun, komitmennya 'koalisi tanpa syarat' dan 'tak ada bagi-bagi jabatan' membuatnya tak mau menjanji terlalu banyak. Ia pun tak takut jika ada relawannya yang sakit hati karena 'hanya' menerima ucapan terimakasih tanpa imbalan atas kerja keras mereka.
"Mau sakit hatinya itu kenapa? Sama-sama kerja kok. Tiap hari juga kita temuin kok," ucapnya.
Kini, seluruh warga Indonesia seakan menagih seluruh janji-janji Jokowi-JK. Posisi menteri yang menjadi hak prerogatif presiden tak membendung orang-orang membuat situs dan memberi masukan usulan menteri-menteri yang mereka sebut 'menteri pilihan rakyat'. Usai dilantik, rakyat Indonesia menunggu seprofesional apa kabinet yang dibentuk Jokowi.
(bil/jor)











































