"Nggak ada perpecahan, apa yang disampaikan oleh sejumlah kader senior sebenarnya merupakan ungkapan dari keinginan untuk memperbaiki partai," terang Sekjen PPP Romahurmuziy kepada wartawan di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakpus, Senin (18/8/2014) malam.
Menurutnya, jadwal pelaksanaan Muktamar sudah disusun dan akan dijalankan sesuai landasan dasar partai paling lambat satu tahun setelah pemerintahan baru dilantik. "Muktamar sesuai AD/ART diselenggarakan selambat-lambatnya, satu tahun setelah pemerintahan terbentuk, Oktober 2015, itu bisa berjalan lebih cepat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dirinya mengatakan agak sulit Muktamar digelar tahun ini. Sebab, masih banyak persiapan yang harus dikonsolidasikan dengan internal partai.
"Awal tahun depan karena kita ingin menyelesaikan dulu seluruh agenda terkait pilpres, sampai dengan pelantikan presiden terpilih, baru kita bicarakan delegasi PPP di pimpinan dan alat kelengkapan dewan. Setelah itu kita konsetrasi ke Muktamar," jelas Romy.
Namun apabila ada pandangan lain dari DPP terkait dinamika politik dan perlu dikomunikasikan dengan wilayah, PPP akan siap menyelenggarkan kembali Mukernas guna memastikan kapan pelaksanaan Muktamar.
Sementara itu, Ketum PPP Suryadharma Ali (SDA) menyatakan Muktamar bisa saja dilakukan Oktober tahun ini. Namun, pihaknya saat ini belum membahas lebih lanjut mengenai persiapannya.
(aws/fiq)











































