"Dia banyak berkeluh kesah bahwa dia sudah disingkirkan oleh Demokrat, dia minta ke saya untuk klarifikasi-klarifikasi proyek-proyek," sebut Nuril dalam sidang lanjutan Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/8/2014).
Nazar juga pernah bercerita soal rapat Dewan Pembina PD di Cikeas. Saat itu Nazar diputuskan petinggi partai untuk diberhentikan dari kepengurusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai rapat itu, Nazar mengadu ke Marzuki Alie. "Pak Marzuki Alie memberikan statement, 'Zar kalau loe mau besar, loe lawan SBY, gw begini jadi ketua DPR karena gw lawan SBY' itu statement di basement DPR," kata Nuril.
"Apa Nazar waktu itu menyampaiakan bahwa Pak SBY marah karena Nazar menyebut nama-nama tertentu?" tanya Anas
Nazar kala itu mengancam akan membongkar daftar para penerima duitnya. "Semua yang terima-terima uang dari dia termasuk Pak Ibas, Bu Ani itu yang membuat Pak SBY marah. Karena memang itu tadi, karena niatan menghancurkan partai Demokrat. Jadi dari stiap laporan keuangan waktu nyumbang partai yang jumlahnya saya ngga tahu benar atau tidak, jumlahnya semua miliaran," ujar Nuril.
Namun data ini menurut Nuril hilang saat berada di lantai 9 DPR. "Akhirnya disuruh saya untuk buka ke wartawan Biar partai ini hancur," sambung Nuril.
Pada 24 Mei 2011, Nazar sempat mengundang wartawan untuk jumpa pers di DPR padahal saat itu Nazar sudah pergi ke Singapura.
"Itu ada cuma gagal. Statement konpres Rosa bukan staf dia,disitu ada Benny K Harman,"katanya.
(fdn/jor)











































