Neneng Cemburu Nazar Banyak Habiskan Waktu dengan Anas

Sidang Anas

Neneng Cemburu Nazar Banyak Habiskan Waktu dengan Anas

- detikNews
Senin, 18 Agu 2014 18:18 WIB
Neneng Cemburu Nazar Banyak Habiskan Waktu dengan Anas
Jakarta - Istri M Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni mengaku cemburu dengan Anas Urbaningrum. Ia cemburu karena Nazar banyak menghabiskan waktu dengan Anas, termasuk saat akhir pekan.

"Yang saya menyatakan Pak Anas itu owner itu sangat jelas di mata saya karena hari-harinya Pak Nazar itu bersama Pak Anas bahkan setiap hari libur pasti selalu pergi liburan bersama keluarga saya dan keluarga Pak Anas," ujar Neneng bersaksi untuk Anas dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Neneng menuturkan, Nazar kerap memprioritaskan Anas dibanding keluarganya. "Ya mungkin saya sangat cemburu dengan keadaan suami saya yang memang selalu memprioritaskan Pak Anas. Bahkan setiap malam minggu ataupun hari minggu seringnya bersama Pak Anas," sambungnya.

Cerita ini dikisahkan Neneng ketika Anas mengkonfirmasi keterangan Neneng pada Kamis (14/8) pekan lalu. Saat itu Neneng menyebut Nazar bekerja untuk Anas dan menjadi pemilik Grup Permai. "Saudara saksi mengatakan saudara Nazar bekerja untuk saya, ownernya saya. Apa aset-aset itu punya saya? tanya Anas.

Aset yang dimaksud adalah aset yang disebutkan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis. Di awal persidangan siang tadi, Yulianis membeberkan isi brankas di perusahaannya yang berisi duit hasil pengerjaan proyek dan fee-fee proyek. Dalam setahun, duit di dua brankas perusahaan mencapai Rp 1,1 triliun.

"Jadi kalau 2009-2010 dari proyek APBN sekitar Rp600 miliar masuk brankas. Di brankas x dari fee Rp500 miliar, jadi sekitar Rp 1,1 triliun," sebut Yulianis

Selain itu Yulianis juga menyebut sederet aset milik bekas bosnya, Nazaruddin. "Ada 19 tanah dan rumah ada lagi mobil, mobil ada sekitar 56 yang tercatat sama saya," lanjut Yulianis.

"Semua atas nama Nazaruddin, istrinya Neneng Sri Wahyuni, Hasim (adik Nazaruddin), dan Marisi Matondangโ€Ž," ujarnya.

Menurut Neneng, aset-aset yang disebutkan Yulianis bukan hasil bisnis Grup Permai. "Aset-aset yang disebutkan Bu Yuli itu aset-aset yang sebelum, bukan aset dari uang kantor makanya saya kaget bu Yuli bersaksi sepertiitu. Itu nanti bisa jaksa atau KPK akan membuktikan hal itu," jelas Neneng.

"Saya ingin tanya sekali lagi, aset-aset yang tadi itu punya saya atau punya Nazar?" tanya Anas. "Yang disebutkan itu punya saya, punya Pak Nazar," jawab Neneng kepada Anas.

(fdn/aan)


Berita Terkait