"Karena dia melihatkan pesanan order (PO), ada kertasnya. Seinget saya PO pak, tapi memang ada nama Anas," kata Neneng menjelaskan keyakinannya soal mobil Harrier dibeli untuk Anas dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Anas mempertegas pertanyaan atas keterangan Neneng yang menyebut mobil Harrier untuk dirinya. "Ditulis Anas atau Nazar?" tanyanya. "Anas Urbaningrum," jawab Neneng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazar kepada Neneng meminta duit pembayaran diminta ke Marisi Matondang yang juga bekerja di Grup Permai. "Pak Marisi bilang uang yang dititipi Nazar Rp 700 juta saya kepakai sebagian," sebutnya.
Soal sumber duit yang digunakan, Neneng tidak mengetahuinya. Namun belakangan dia mendapat informasi duit berasal dari Hambalang. "Tahu dari suami saat pemeriksaan," sebut Neneng.
"Saya memang di saat pembayaran Harrier saya tidak tahu uangnya darimana, saya disuruh ke Pak Marisi, saya nggak tahu uang darimana, saya ngga nanya dan ngga ada urusan," sambung Neneng saat bolak-balik ditanya Anas mengenai sumber duit pembelian Harrier.
Karena Neneng menyebut pembelian Harrier dari proyek Hambalang, Anas bertanya ke bekas Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang.
"Saksi menyampaikan pertama kali tahu proyek Hambalang dari Nazar akhir 2009 dan awal tahun 2010?" tanya Anas dibenarkan Rosa.
"Sebelum itu ada pembicaraan tentang Hambalang?" lanjut Anas. "Belum pernah pak," kata Rosa.
(fdn/fjp)











































